Pengalaman-Saya

Item mati

Aku berkabung. Tanggal 4 September lalu aku mendapat kabar bahwa Item, kucing yang aku titipkan di rumah singgah di Parung, telah mati. Genap sudah 4 kucing yang pernah aku adopsi mati. Saat membaca berita itu, aku sedang melakukan rapat online. Aku “mute” microphone karena aku sedih dan merasa tidak bisa berkonsentrasi lagi. Aku menangis mengenang Item.

Informasi yang aku dapat dari pengelola rumah singgah, Item sakit lalu sudah diberi vitamin dan obat. Namun kondisinya semakin memburuk sehingga tidak bisa bertahan. Di tulisanku sebelumnya, aku sudah merasa khawatir melihat beberapa kucing di rumah singgah sakit. Item belum divaksin jadi dia bisa tertular. Aku tidak menyalahkan pengelola rumah singgah tetapi tidak bisa dipungkiri aku merasa hampa dan kurang berempati.

Pada hari itu juga aku memutus hubungan (unfollow) beberapa akun IG rescuer. Aku sisakan dua saja. Pertama, dokter hewan yang cukup dikenal di IG karena dia sering berbagi informasi tentang kesehatan hewan. Kedua, akun dari perkumpulan kucing di Malang yang tidak terlalu sering memperbarui status. Cukup dua.

Aku masih memberi makanan kering ke kucing-kucing yang sering datang ke rumah. Itu yang bisa aku lakukan.

-Bogor-

Leave a Reply

Your email address will not be published.