Pengalaman-Saya

Ruang aman yang berkembang

Dear Maria,

Ini kali pertama FAMM Indonesia mengadakan acara besar setelah kepergianmu. Kehadiranmu sangat ditunggu dan secara khusus kami memanggilmu untuk datang.

Kami tahu betapa kamu akan semangat menyampaikan pendapat. Aku terus berpikir, Maria pasti “gatal” untuk berkomentar. Dengan caramu, mungkin pendapat itu sudah tersampaikan.

Acara workshop ini dimulai dengan beberapa peserta yang mengundurkan diri dengan berat hati. Entah alasan pekerjaan, keluarga, dan acara dadakan. Serulah, Mar mencari peserta. Kebayang ramenya kalau kamu di sini dan mengusulkan si A atau C. Itupun belum tentu mereka bisa hadir.

Di dalam sesi, aku kadang bosan juga, Mar. Analisa kuasa lagi, identifikasi lagi. Tapi demi ya….demi apa? Demi kawan-kawan yang masih baru karena kita juga mengundang peserta dari angkatan 2016 yang ikut penelitian mahina masohi. Kamu bakal suka ketemu mereka, Mar.

Oya, selama 3 hari aku sakit kepala, Mar. Sakitnya pas sore, setelah acara selesai. Lalu tanggal 8 September aku mulai menstruasi. Biyuh, cenut-cenut. Malam terakhir aku gak tahan dan minum paramex. Aku sampai gak kuat ikut malam solidaritas. Aku tidur lebih awal. I need to take care my energy.

Kami semua kangen dan penasaran dengan apa yang dapat kamu sampaikan di kegiatan ini. Kami kehilangan satu suara dan satu kehangatan.

Bogor, September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.