Pengalaman-Saya

Polisi buatan tanpa aturan

Repost 24 November 2018

Aku rasa orang Indonesia tergila-gila dengan polisi tidur. Mulai dari rumah ke jalan besar yang berjarak 800 meter, aku hitung ada 36 polisi tidur. Jika aku menggunakan jalan lain yang jarak ke jalan besar lebih dekat, ada sekitar 20 polisi tidur. Polisi tidur di perumahanku ditempatkan di bagian depan perumahan dan di kanan kiri pos penjagaan. Aku hanya merasa polisi tidur penjagaan tidak perlu dibuat dobel. Ya mungkin ada pertimbangan untuk keamanan. Tapi bagaimana dengan kenyamanan selama perjalanan?

Polisi tidur yang bertebaran dengan liar di jalan sebagian besar  tidak memiliki fungsi keamanan dan kenyamanan. Artikel di http://mariasucia.id/2017/01/07/polisi-tidur-dan-ilmu-fisika/ menulis tentang fungsi polisi tidur sebagai pembatas kecepatan dan temuan ini didasarkan hasil penelitian seorang fisikawan. Polisi tidur idealnya menjaga keselamatan tapi menurutku kondisi yang terjadi sekarang sudah keterlaluan. Pada saat yang sama, perilaku pengemudi kendaraan, terutama motor, perlu mengalami perubahan besar. Mengubah perilaku memang perlu usaha lebih keras dan lebih lama sehingga memang lebih mudah menebar polisi tidur setiap 10 meter. Tapi ayolah, bagaimana kabar revolusi mental?

Bapakku yang tidak suka dengan polisi tidur malah ikut-ikutan membuat polisi tidur di depan rumah. Aduh! Alasannya karena banyak motor yang digas kencang di depan rumah. Ya elah.

Kalau sakit kepalaku kambuh dan pas kena polisi tidur, duh rasanya makin nyut, nyut. Polisi tidur di perumahan juga tidak dibuat dengan standar yang ditentukan. Jadi kadang ada yang tinggi menjulang sampai bersentuhan dengan bagian bawah motor, ada yang landai tapi panjang, ada yang kecil tapi tinggi, dan macam lainnya. Aku bisa memahami kalau polisi tidur ditempatkan di dekat sekolah, fasilitas kesehatan, fasilitas militer, tapi di jalan kecil rasanya tidak perlu. Lagipula jalan motor yang kecil kadang tidak bisa digunakan untuk kecepatan tinggi.

Menurut pengemudi motor yang lain, polisi tidur sangat diperlukan karena tanpa alat bantu itu, pengemudi motor akan membahayakan orang lain. Pengemudi motor sering tidak memiliki etika berkendaraan dan kurang berempati pada pengguna jalan lain. Ada polisi tidur saja masih banyak yang memacu kendaraannya dengan kencang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.