Pengetahuan-Saya

Lolos

15 Januari 2020. Wisuda. Bogor.

Terakhir wisuda dari perguruan tinggi tahun 2006 di Balairung UI, Depok. Bahagia banget. Tidak hanya berhasil menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri, mandiri dan berani memilih program studi yang “berisiko” dan tidak pasaran, dan paling penting adalah lulus kuliah dengan konsep diri yang berbeda; lebih baik dari sebelumnya. Kuliah memaksa aku untuk membaca berbagai literatur dari berbagai penjuru dunia dan membuka cara pandang menjadi lebih luas. Dengan cara itu, aku belajar untuk merapikan pikiran, mengendapkan kemarahan, dan merasa lebih tenang.

Wisuda terakhir

Ternyata hari itu bukan terakhir kalinya aku diwisuda karena tanggal 15 Januari 2020 aku kembali diwisuda di Grha Widya Wisuda, IPB. Proses secara pribadi kali ini tidak seistimewa ketika lulus S2. Di sini aku tidak mendapatkan konsep diri yang berbeda tetapi aku belajar tentang kearifan dari ilmu pertanian. Aku hanya belajar komunikasi dalam penyuluhan atau pendidikan nonformal. Semakin tinggi pendidikan formal, semakin aku merasakan peran penting pendidikan nonformal.

Pendidikan nonformal tidak hanya bagi mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal, tetapi lebih dari itu, bagi mereka yang ingin mendapatkan pendidikan yang membebaskan dari pembodohan, merasa lebih powerful, dan bukannya menjadi powerless. Banyak dari siswa yang belajar di pendidikan formal merasa terluka, baik secara fisik maupun psikis. Ngaku ajalah ya.

Pendidikan tidak akan berakhir karena selama dunia berubah ya selama itu juga aku akan dipaksa untuk belajar. Aku bersyukur karena mendapatkan kesempatan yang sama besarnya menjalani pendidikan formal dan nonformal. This is crazy!

Lulus dari IPB dalam waktu 3 tahun 3 bulan memberi rasa bahagia karena sebenarnya yang ngebet itu bapakku. Dia ingin melihat anaknya jadi doktor sebagai alasan untuk ke Bogor. Hadeuh. Senang dan lega rasanya ketika wisuda bisa dihadiri oleh orang-orang terkasih. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published.