Pengalaman-Saya

Manusia karantina

Kota Bogor, Jawa Barat menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada pertengahan April 2020. Berita dan hasil rapid test di Jakarta, sebagai provinsi dengan tingkat pasien Covid-19 terbesar, sudah ada sejak Maret 2020. Entah kenapa penerapan PSBB lambat. Aku sendiri mulai kerja dari rumah sejak pertengahan Maret 2020. Begitu juga suami.

Kebanyakan warga Bogor melakukan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta listrik atau commuter line. Pada jam-jam berangkat dan pulang kerja, gerbong akan sangat penuh dan rentan terjadi penularan bakteri dan virus. Selama kerja dari rumah, aku dan suami jarang pergi ke luar rumah. Kami mengkarantina diri sendiri.

Sejak pertengahan Maret sampai dengan 1 Juni 2020 sekarang, aku dan suami menghabiskan waktu di rumah. Dengan adanya larangan pulang kampung pada waktu Lebaran, kami juga tidak mudik ke Pasuruan dan Malang. Aku merasa sedih dan kesal.

Tingkat kebosanan sangat tinggi dan tidak sabar ingin jalan-jalan ke luar, entah ke pantai, pegunungan, pasar, dan tempat umum lain. Meskipun belum ada tanda-tanda kurva Covid-19 melandai, pemerintah berniat melonggarkan PSBB dan menjalankan “new normal” pada 4 Juni 2020 dengan pertimbangan ekonomi. Suami kemungkinan harus datang ke kantor mulai tanggal itu. Kantorku sendiri masih fleksibel dan melihat kondisi.

PSBB ini sama dengan karantina. Aku masih bisa ke luar rumah tapi tidak ke luar Kota Bogor. Selama karantina, aku pernah dua kali ke mal. Kunjungan pertama sekitar 10 menit karena antrian di kasir panjang jadi aku pulang. Kunjungan kedua aku memilih mal yang lebih besar supaya jarak di kasir bisa dibatasi. Kebanyakan aku belanja secara daring atau di sekitar rumah.

Aku sudah terbiasa bekerja dari rumah, tetapi biasanya aku tetap bisa melakukan perjalanan atau bergerak bebas. Kondisi sekarang berbeda sekali. Kampus ditutup, antrian di mal panjang dan tidak banyak yang buka, tempat pijat ditutup, kebun binatang ditutup, tempat hiburan ditutup, kereta jarak jauh dan pesawat tidak beroperasi. Bingung.

Berolahraga dengan jalan kaki di sekitar perumahan menjadi salah satu hiburan, selain menonton film atau video daring. Selama lebih dari 2 bulan ini, aku hanya berkutat di rumah, bolak-balik ruang tamu, dapur, kamar, dan teras. Aku stres. Aku mau jalan-jalan, aku mau ketemu teman-teman di kantor, aku mau mudik dan bertemu ibu dan bapak.

Menjadi manusia yang dikarantina tidak menyenangkan. Begini rasanya ketika ruang gerak dibatasi. Aku belum tahu bagaimana lagi nanti dengan kebijakan kenormalan baru.

Bogor, 1 Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.