CerPen-Saya,  Sajak-Saya

Tantangan 10 buku selama 10 hari

Posting ini menyambut ajakan untuk berbagi 10 muka buku yang aku sukai. Awalnya tidak tertarik karena dalam sebulan terakhir baru bisa baca 4 buku. Tapi dicoba aja. Siapa tau malah ketagihan dan kirim 25 halaman buku. Menurut aturan Devina, gak perlu cerita sinopsis atau lainnya. Kayaknya aku gak akan ikut aturan itu.

Setelah aku mengunggah foto-foto muka buku, aku baru sadar bahwa aslinya hanya 7 muka buku selama 7 hari. Jadi bukan 10. Entah kenapa aku mengingat angka 10 ini.

frog majesty Hari kesepuluh. Buku karya saya sendiri berjudul Frog Majesty berupa kumpulan puisi berbahasa Inggris yang saya buat selama periode 1994-2009.

Hari kesembilan. Lorong Tanpa Cahaya karya Ngarto Februana. Buku dengan latar cerita prostitusi di Sarkem, Yogyakarta. Cetakan pertama 1999, kedua 2000. Mungkin aku beli tahun 2000 atau 2001.

Hari kedelapan. Novel berjudul Piramid karya Ismail Kadare bercerita tentang piramida sebagai monumen perbudakan dan kekuasaan tanpa pertanggungjawaban publik. Happy reading!

Hari ketujuh aku berikan ke buku “Menyingkap Tabir yang Selama ini Tersembunyi tentang Vagina” dari Carol Livoti dan Elizabeth Topp. Berbagai hal seputar vagina dan kasus yang dihadapi sebagai dokter obgyn diceritakan di sini. Duo ibu dan anak ini menulis layaknya anak perempuan yang bertanya ke ibunya tentang tubuh dan seksualitas. Membongkar mitos dengan lugas. Bacaan berharga.

Hari keenam. Mengambil latar belakang Jakarta masa 1950an, menjelang orde baru. Sebagai orang yang lahir 1979, buku ini membantuku berada di masa lalu. Semua tokoh dalam buku ini benar-benar mewujud; mulai dari tukang sampah, orang partai, pengusaha, aktivis, tukang becak. Senja di Jakarta oleh Mochtar Lubis.

Hari kelima. Aku persembahkan ke pengarang Inggris-Nigeria bernama Bernandine Evaristo berjudul Blonde Roots. Buku ini menceritakan penderitaan kaum kulit putih yang mengalami kekerasan sistemik dari kaum kulit hitam. Penindasan dan perbudakan selama berabad-abad menyisakan trauma mendalam. Penasaran kan?

Hari keempat. Buku yang saya pilih adalah Mirah dari Banda karya Hana Rambe yang membawaku ke Banda. Buku bagus. Pertama terbit tahun 1983 lalu dicetak ulang. Settingnya Kepulauan Banda masa penjajahan Belanda dan Jepang. Aku sangat merekomendasikan buku ini.

Hari ketiga. Aku gabung 3 buku jadi satu. Curang gak sih? Ketiga buku ini dibeli bersamaan. Pasanganku yang belikan. Ketiganya karya Ahmad Tohari: Orang-orang proyek, Senyum Karyamin, dan Mata yang enak dipandang. Ketiganya perlu waktu sekitar 10 hari untuk selesai dibaca. Lama tapi yang penting konsisten, tiap hari membaca.

Satu buku setiap hari. Hari kedua, buku yang bulan lalu selesai aku baca setelah mangkrak di rak buku sekian lama. Lingkar tanah lingkar air dari Ahmad Tohari. Salah satu pengarang yang aku suka. Aku mengenal karya Ahmad Tohari dari dosen penulisan kreatif di kampus sekitar tahun 2000. Itu sekitar 20 tahun yang lalu ya. Sama seperti buku sebelumnya, ini buku bekas. Aku beli dari teman.

Dimulai dari buku yang bikin dada sesak napas. Buku ini juga menyimpan kenangan karena buku seken yang aku beli waktu kuliah di UI Depok. Entah tahun 1999 atau 2000. Zaman ketika beli buku langsung dibaca sampai habis. Dee Brown ini lama bekerja sebagai pustakawan. Aku bangga dong sebagai seorang dengan latar belakang ilmu perpustakaan. Dari SMP aku memang suka cerita masyarakat asli Amerika Utara. Jadi aku beli dan sayang-sayang buku ini sampai di rumah. Aku cinta banget buku ini. Judulnya Bury My Heart at Wounded Knee oleh Dee Brown.

Leave a Reply

Your email address will not be published.