Pengalaman-Saya

Konsumsi di masa pandemi

Hari ini aku ke fasilitas kesehatan (faskes) pertama. Aku berencana scaling atau membersihkan karang gigi. Aku terbiasa melakukan scaling setahun sekali menggunakan BPJS kesehatan. Sejak tiga tahun yang lalu, kalau tidak salah, scaling tidak bisa dilakukan atas permintaan pasien tapi berdasarkan pemeriksaan dokter. Rupanya, sejak pandemi Covid-19 jadwal dokter gigi yang biasanya jam 13.00-15.00 berubah menjadi pagi. Perubahan lainnya adalah dokter gigi tidak melayani scaling atau perawatan gigi lain kalau tidak urgent. Wah! Pandemi ini berdampak sekali ke kesehatan gigiku.

Aku kecewa. Aku menyukai proses membersihkan karang gigi dan merasakan sensasi gigi yang mulus. Kalau menunggu pandemi berakhir, berarti aku baru bisa scaling awal tahun depan. Itu pun kalau aku masih hidup dan sehat.

Selama bekerja dari rumah, aku menyadari bahwa aku tidak perlu mengkonsumsi banyak hal. Salah satunya pakaian dan sepatu. Aku lebih banyak menggunakan pakaian rumah, seperti kaos, tank top, dan celana pendek. Konsumsi untuk pakaian dan kosmetik berkurang. Sepatu yang aku perlukan adalah sepatu olahraga karena setiap pagi aku berjalan kaki. Karena aku terbiasa berbelanja atau tepatnya membeli sesuatu untuk memberi kepuasan, aku menjadi tersadar dan bingung bahwa aku tidak perlu memiliki banyak barang.

Masa pandemi juga masa yang sulit secara keuangan. Aku juga dipaksa untuk membuat prioritas. Jika sesuatu tidak terlalu penting, tidak perlu dibeli, didapatkan, atau dilakukan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Aku menjadi lebih hati-hati dan lebih banyak bertanya ke diri sendiri; apakah aku memerlukan ini, untuk apa, berapa lama barang ini bertahan, siapa yang bisa menggunakannya, apakah ada harga yang lebih murah, dll.

Pandemi ini juga membuat aku lebih banyak mempertanyakan tentang status kesehatanku. Banyak kasus Covid-19 tanpa gejala dan sepertinya banyak kasus kejiwaan yang mungkin juga tanpa gejala. Jadi tanpa menunjukkan gejala awal, aku bisa jadi sakit fisik dan psikis.

Bogor, 15 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.