Pengalaman-Saya

Apa yang kamu suka?

Selama hampir 5 hari kemarin, aku bekerja di luar kota. Ketika kembali, aku merasa penasaran dengan relationship goal dari pasangan. Setelah berhubungan seks, aku pun bertanya, “Selama aku pergi kemarin, kamu lebih suka aku dekat atau jauh? Kamu merasa kehilangan gak?”
Jawaban pasanganku bikin aku heran. Oke, dia orang yang sangat jujur dan aku menanggapinya juga dengan jujur. Dia mengatakan, “Ya aku merasa kehilangan.”
“Kehilangan kenapa?”
“Karena gak ada orang untuk dimintai tolong ini itu.”
“Hah?”

Buat telingaku, jawabannya seperti, “Aku perlu orang untuk disuruh cuci piring, pesan makan, cuci baju, belanja keperluan rumah?”
Oh oke. Aku merasa tidak semangat dan jiwaku melayang entah ke mana.

Sehari kemudian, pasanganku mengirim informasi melalui messenger tentang kegiatan yang disponsori perusahaannya untuk disebarkan ke komunitas LSM. Ada 5 pembicara dan 1 moderator, semuanya laki-laki. Tema diskusi tentang pengelolaan BUMDes. Aku pun sampaikan bahwa aktivis perempuan akan mempertanyakan seluruh narasumber adalah laki-laki ketika tema yang dibahas umum. Dia membalasnya, “Hidupmu kok susah banget sih?”

Oh oke. Aku kaget, heran, dan mengutuk diri sendiri. What am I doing?

Aku refleksi. Dua hari ini aku merefleksikan lagi, what and why I am in this relationship? Do I feel too comfy about it to let it go? Should I take another baby steps?

Let me walk with myself.


Leave a Reply

Your email address will not be published.