Pengalaman-Saya

Penyerangan terhadap anak kucing

Pagi ini ada kejadian menyedihkan. Ketika aku berada di dalam rumah, aku mendengar anak kucing menjerit dengan keras. Aku keluar dan terkejut melihat bayi si Belang yang berwarna putih dan oranye berlumuran darah. Seorang kucing jantan yang menyerangnya langsung melarikan diri. Aku ingin memegang bayi itu tetapi dia dalam mode membela diri dan tidak mau disentuh. Darah menetes dari tubuhnya. Aku memanggil tetanggaku, Ibu Ras, yang juga penyayang kucing untuk datang. Kebetulan dia sedang di luar rumah. Dia yang memegang bayi kucing itu. Aku memberikan keset handuk bersih untuk membawa bayi itu.

Ibu Ras berencana membawanya ke rumah kakaknya yang biasa merawat kucing dan anjing. Beberapa kucing yang terluka di perumahan ini pernah dirawat kakaknya. Tapi ojek yang menjadi langganan dan tahu lokasi rumah kakaknya sedang membawa penumpang lain. Alhasil perlu menunggu sekitar 30 menit sampai ojek langganan datang. Sesampai di lokasi, bayi kucing tidak bisa bertahan. Dia kejang-kejang dan mati. Aku mendapat kabar itu melalui WhatsApp. Anak si Belang sisa dua, si hitam dan si calico. Berhubung aku takut ada penyerangan lagi, aku masukkan kedua bayi dan si Belang ke dalam rumah.

Pada saat menunggu ojek datang, aku dan Bu Ras ngobrol tentang penyerangan yang menimpa bayi oranye. Jantan yang menyerang bayi rupanya pendatang baru di perumahan. Sebelumnya dia tidak ada. Aku ingat minggu lalu aku melihat jantan ini berkelahi dengan jantan hitam putih yang merupakan bapak dari anak-anak si Belang. Tubuhnya lebih besar dari kucing hitam putih, bulunya berwarna putih dan abu-abu. Mungkin itu salah satu alasan jantan asing itu menyerang bayi oranye. Soal penguasaan wilayah.

Aku kabari pasanganku tentang kematian bayi oranye. Dia cuma tanya sedikit. Semoga kedua anak si Belang bisa bertahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.