Pengalaman-Saya

Kucing Jahat

Minggu lalu aku menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan kucing jantan jahanam terhadap salah satu anak si Belang. Tanggal 2 Desember, kejadian sama terulang. Kejadian dilakukan pada siang hari juga. Kali ini korbannya bayi berwarna hitam.

Pasanganku memberi kabar melalui WhatsApp bahwa dia mendengar suara teriakan kucing di luar. Ketika membuka pintu, dia menemukan bayi kucing berusia 3 bulan berwarna hitam tergolek mati di garasi. Tidak terlihat ada darah atau luka di luar. Dia tidak melihat kucing yang menyerang, tapi aku punya firasat bahwa pelakunya kucing jantan yang sama.

Cerita masih berlanjut. Pasanganku meletakkan tubuh bayi yang tidak bernyawa itu di selembar koran di ruang tamu. Bagus sih maksudnya diamankan dari garasi, tapi aku tetap berpikir, kenapa tidak diletakkan di ruang belakang saja yang ada udara segar. Lanjut ya. Si Belang, entah sadar atau tidak anaknya mati, mendekati anaknya, mendorong dan menjilati tubuh si bayi yang mati. Ketika aku pulang, tubuh bayi tadi dikerubungi semut, terutama bagian mulut. Rupanya belum dikubur. Tidak lama, karena aku ngomel, pasanganku menggali kuburan kecil di teras.

Aku sedih. Anak si Belang tinggal satu, bayi dengan tiga warna, sepertinya betina. Berhubung aku khawatir kejadian yang sama terulang, bayi satu lagi diamankan di dalam rumah. Kadang dia keluar, terutama untuk buang air.

Misalnya aku bertemu dengan jantan jahat pembunuh dan pembuat masalah itu, apa yang sebaiknya aku lakukan? Aku timpuk pakai batu atau aku tendang? Jantan jahat itu punya badan lebih besar dari kucing-kucing yang ada di perumahan. Tipe kucing preman gitulah. Tapi bukan preman gembel karena bulunya bersih, putih dan abu-abu. Cakep sih tapi jahat. Apa yang bisa aku lakukan? Bagaimana mengeluarkan jantan jahat ini dari perumahan? Apakah untuk mengeluarkan kucing jahat harus dengan cara jahat juga? Bagaimana caranya aku bisa asertif ke kucing jantan yang sudah membunuh dua bayi kucing si Belang? Jangan-jangan aku bakal takut dengan kucing jantan itu.

Prioritasku menjaga sisa 1 anak si Belang. Untuk sementara, pasanganku bersedia menampung bayi itu di dalam rumah. Mudah-mudahan jantan jahanam itu keluar dari perumahan ini atau mendapat lawan yang sama tangguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.