Pengetahuan-Saya

Emosi: Takut

Ketakutan terjadi saat aku merasa terancam. Bergantung pada ancaman yang dirasakan, ketakutan dapat berkisar dari ringan hingga parah.

Tingkat ketakutan yang dirasakan seseorang tidak selalu sesuai dengan intensitas ancaman. Seseorang bisa merasa sangat cemas meskipun hidup di lingkungan yang aman dan nyaman. Contohnya ya bapakku. Dia merasa selalu takut dan cemas pada kematian yang dianggap sebagai sebuah ancaman atau kejadian yang tidak dapat dia kontrol. Rasa takut bisa membuat seseorang merasa:

cemas
diragukan
gugup
gelisah
panik
ngeri
putus asa
bingung
stres

Ketakutan adalah emosi yang normal tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawannya. Pertama, jangan dihindari melainkan dihadapi. Tentu wajar jika seseorang cenderung untuk menjauh atau menghindari sumber ketakutan. Namun, bisa jadi hal itu menambah parah rasa takut.

Cara kedua dengan mengalihkan pikiran dari rasa takut. Ketika rasa takut begitu kuat, sulit untuk memikirkan hal lain. Bisa saja mengalihkan perhatian dengan menonton film, menikmati musik, berolahraga atau bepergian.

Cara lain adalah dengan mempertimbangkan rasa takut secara logis. Bukan hal yang mudah karena sumber ketakutan mungkin suatu hal yang tidak logis. Namun, bisa dicoba dengan mempertanyakan rasa takut, misalnya “Apa hal terburuk yang terjadi jika ketakutan menjadi kenyataan?”. Atau “Apa yang bisa aku lakukan ketika hal terburuk terjadi?” Dengan mengetahui cara mengatasi rasa takut, mungkin dapat mengurangi ketakutan.

Jika ketakutan dan cemas yang berlebihan sudah menjadi beban dan sangat mengganggu pikiran, coba untuk bekerja sama dengan terapis. Serangan panik, fobia, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lain biasanya sulit dihadapi sendiri. Jadi jangan takut untuk merasa takut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.