Pengalaman-Saya

Menulis kegelisahan

Rabu, pukul 22.43 di Kota Malang. Setelah selesai berjalan kaki di treadmill selama 50 menit dan senam sekitar 20 menit, aku mandi dan keramas dengan air panas. Tidak seperti di rumah di Bogor yang tidak ada fasilitas treadmill dan air panas, fasilitas rumah kos ini lebih baik. Kemudian aku minum cairan tolak angin yang dicampur sedikit air panas. Jos sekali!

Mundur sebentar. Menurut catatan HP Redmi Note 9, aku sudah berjalan kaki 6.037 langkah atau setara dengan 3 KM dan membakar 398 Kalori. Itu aku lakukan sore hari sebelum buka puasa. Itu pun karena aku mencari tempat print yang baru ketemu di Watu Gong.

Selama 3 hari kemarin, aku merasa tidak enak badan. Aku biarkan. Lalu malam ini, aku ke rumah mertua untuk menukar sepeda motor. Eh rezeki, ditawari saudara ipar untuk dikerok. Oyi! Merah menyala punggungku dan berbau minyak tawon.

Selama Sabtu sampai Selasa, aku malas membuat jurnal. Aku hanya membuat catatan mood atau suasana hati. Dua sampai tiga kalimat. Aku merasa bingung, “Apa yang mau diceritakan?” Hasil catatan seperti ini.
11 April. Mood: senang, merasa bebas, masih merasa khawatir, tidak merasa puas dengan kinerja staf program, tapi sulit melepaskan dia karena sudah dilatih. Aku senang karena beberapa hari kemarin menginap di tempat yang nyaman, di Green Trees.
12 April. Mood: senang kembali ke kos mencuci baju, sendirian di kamar, melakukan perawatan wajah, membelikan sesuatu ke diri sendiri. Senang karena suami tidak pernah memaksakan aku bertemu keluarganya. Aku mengutarakan rencana untuk mengundurkan diri melalui email.
13 April. Mood: sejak tanggal 11 April aku merasa meriang. Hari ini balik ke kos dan tidur-tiduran. Hari pertama puasa berjalan lancar.

Suasana hati hari ini. Aku sempat khawatir ketika menimbang badan malam ini dan jarum menunjukkan angka 59. Biasanya paling tinggi 57. Apa ini gara-gara suamiku datang pas weekend kemarin? Karena ketika dia datang, selama dua hari aku tidak berolahraga. Atau bisa jadi sejak puasa, aku makan nasi dua kali sehari karena biasanya hanya sekali. Aku mengalami kesulitan mempertahankan berat badan 55 karena aku tidak ingin membeli pakaian dengan alasan pakaian yang lama tidak muat. Berhubung aku sedang mencari sesuatu untuk dilakukan di Malang, maka salah satu targetku selama di sini adalah menurunkan berat badan ke 56 atau 57. Apakah dapat tercapai dalam waktu sekitar 2 minggu? Kita lihat seberapa keras komitmen Niken.

Hari ini sempat agak panik karena dalam dua hari terakhir aku rajin mengecek nilai investasi asuransi unit link. Jauh berkurang. Tadinya mau menutup salah satu rider atau menurunkan biaya pertanggungan. Lalu suamiku menyarankan untuk ditutup saja atau surrender. Jadi mengambil berapa nilai investasi yang tersisa. Namun, ada beberapa syarat dokumen yang ada di Bogor. Ya sudah, diurus nanti pada saat kembali di Bogor. Let it go!

Aku mengantuk dan ingin tidur. Semoga malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak dan cukup. Aku perlu tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.