Pengalaman-Saya

Jurnal pemulihan

Tanggal 24 April aku hanya berhasil berjalan kaki di treadmill sejauh 2,6 km. Tanggal 25 April, aku berhasil berjalan kaki 3,1 km dan tanggal 26 April 2,8 km. Pencapaian yang lumayan bagus. Aku masih konsisten. Aku tidak tahu apakah aku bisa konsisten juga berjalan kaki ketika kembali ke Bogor. Di rumah, aku tidak punya treadmill jadi biasanya aku berkeliling perumahan Budi Agung yang kalau dihitung sekitar 3-4 km. Sekalian aku bisa belanja makanan berbuka di sore hari. Aku hanya tidak suka polusinya dan rasa tidak nyaman karena tidak ada trotoar untuk pejalan kaki.

Setiap hari aku biasakan minum air putih sekitar 3 Liter. Berhubung di kos aku minum menggunakan tumbler 600 ml, aku bisa menghitung berapa botol yang aku minum. Aku tidak banyak jalan-jalan di Malang dan Batu. Aku ingin ke Malang Selatan tapi motor yang aku pinjam kadang susah distarter. Jadi aku ragu. Belum lagi, kalau jalan-jalan enaknya bareng teman tapi kebanyakan teman sekarang sudah bekerja dan punya pasangan. Bukan lagi mahasiswa yang lebih bebas dan penasaran ke sana kemari.

Aku masih menekuni bacaan fanfiction. Ada satu fanfic yang terdiri dari 14 bab dan satu babnya sangat panjang. Aku cek tahun pembuatan 2015 dan selesai 2019. Gila, orang ini niat banget nulisnya. Tema tulisan tentang kekerasan fisik dan psikis dalam hubungan pasangan gay. Kalau aku baca, alur dan emosinya hampir sama dengan kekerasan dalam pacaran yang ada di hubungan heteroseksual. Ada relasi kuasa, ada ketergantungan ekonomi, ada manipulasi psikis, ada trauma bullying, kompleks. Di bagian awal selalu ditulis jika dalam bab ini ada bagian tentang kekerasan atau pemerkosaan yang dapat mentrigger pembaca. Aku menghargai banget ada penjelasan seperti itu. Aku sangat terserap dalam tulisan ini sampai seharian lebih aku fokus untuk membacanya. Pemilihan kata dan frase dari penulis puitis dan kelihatannya dia pernah belajar tentang seni dan fotografi sehingga banyak menggunakan istilah dalam dua bidang tersebut.

Penjelasan tentang perasaan si tokoh ketika mengalami dan sesudah mengalami kekerasan sangat detil sehingga aku khawatir jangan-jangan si penulis pernah mengalaminya sendiri atau menyaksikan orang terdekatnya mengalami kekerasan. Tokoh dalam fanfic ini menjalani hubungan dengan kekerasan selama 3 tahun. Hari ini aku sudah sampai bab 14, bab terakhir. Aku deg-degan karena di awal bab sudah membaca bahwa si pelaku kekerasan kembali menguntit penyintas. Wah, aku tidak tahu kalau fanfiction bisa sebagus ini.

Membaca fanfic ini bisa jadi bagian dari pemulihan untuk mengingat kembali emosi yang aku rasakan ketika mengalami pelecehan seksual. Sama seperti karakter dari teman-teman penyintas, selalu ada pertanyaan: kenapa kamu selalu kembali ke pelaku, kenapa kamu “memilih” mengalami kekerasan, kenapa kamu tidak keluar, dsb. Seluruh pertanyaan itu dibahas secara langsung dan tidak langsung dalam novel ini. Perasaanku ketika membaca fanfic ini campur aduk: takut, khawatir, gemas, kesal, marah, sedih, senang. Aku akan selesaikan membaca hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.