Pengalaman-Saya

Back to self-care

Sehari setelah Idul Fitri atau tanggal 14 Mei sampai dengan hari ini, 16 Mei, aku kembali ke jalan yang benar. Aku mulai berjalan kaki minimal 3 km ditambah senam di rumah. Aku masih mengurangi nasi putih dan menghitung asupan kalori untuk menjaga berat badan dan stamina. Aku lebih bersemangat lagi. Aku menjaga tetap membaca buku dan fanfiction. Sejak Idul Fitri, aku malas sekali menulis jurnal.

Kenapa aku malas menulis jurnal? Aku merasa tidak banyak hal yang bisa aku tulis karena aku tidak melakukan banyak kegiatan. Aku mencuci dan menjemur pakaian, mencuci piring, olahraga, memberi makan kucing, sarapan, mandi, membaca buku beberapa halaman, membaca fanfic berjam-jam, mengecek IG, membalas pesan, tidur siang, tidur malam, nonton Youtube. Begitu saja. Aku masih senang membaca fanfic tapi juga selektif karena tergantung pada cerita dan karakter toko-tokohnya.

Malam ini aku menerima pesan dari bapak tentang saudara dekat yang usianya lebih muda dari bapak dan ibu. Dia terkena stroke dan sudah dua kali jatuh di kamar tidur dan kamar mandi. Tubuh bagian kiri sudah tidak bertenaga. Dia dirawat di rumah. Dua dari tiga anaknya adalah dokter, jadi dia dalam perawatan mereka. Anak-anaknya memperkerjakan dua perawat laki-laki untuk menjaga, memandikan, dan menyediakan keperluan si bapak. Bapakku dulu sering iri dengan saudaranya ini karena secara materi dianggap lebih kaya, lebih berhasil, cucunya juga banyak. Setelah melihat kondisi terakhir, bapak merasa dia cukup beruntung dengan kondisi kesehatan dirinya sendiri. Dia hanya agak sedih karena dua anaknya berada jauh sehingga takut jika terjadi satu hal mendadak, tidak ada yang bisa membantu dia.

Aku berusaha menenangkan dia. Aku minta dia sering jalan-jalan atau berkumpul makan-makan dengan kawan-kawan. Aku bersedia membayar, asal uang tidak dipakai untuk beli obat-obatan herbal dari berbagai penjuru nusantara dan memperbaiki mobil. Dua hobi yang paling disukai bapakku. Aku menulis kalau aku terus berdoa untuk kesehatan bapak dan ibu. Aku bersyukur bukan main karena Tuhan masih memberikan karunia kesehatan jasmani dan rohani untuk bapak dan ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.