Pengalaman-Saya

Lawan!

Ada banyak cara untuk melawan tapi esensinya adalah pengorganisasian yang memiliki keberpihakan pada kelompok yang rentan dan dilemahkan. Melawan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan. Seringkali memang menjadi kerja yang melelahkan, menakutkan, dan mengecewakan.

Jadi pada waktu pelatihan di Solo akhir September kemarin, aku diingatkan dengan pesan-pesan ini. Aku bertemu kawan lama, ngobrol lagi tentang hal ini dan menemukan keseruan yang sama. Entah kenapa, aku jadi ingat awal masuk gerakan dan mengikuti forum internasional kedua kalinya. Aku ingat sekali dalam sebuah diskusi kelompok tentang NGOization aku berujar bahwa tidak mesti berada dalam sebuah NGO untuk berada dalam gerakan. Lalu seorang aktivis perempuan senior, menimpali, “Jadi apakah NGO itu tidak diperlukan?” Aku tidak apakah aku menjawabnya atau tidak. Jika menjawab, aku juga tidak ingat apa jawabanku.

Tidak semua orang harus berada di gerakan perempuan dengan cara yang sama. Pemaknaan setiap aktivis perempuan terhadap gerakan perempuan bisa jadi berbeda tergantung pada pengalaman mereka. Apalagi aktivis perempuan muda yang sebagian besar bukan pendiri atau generasi pertama dari sebuah NGO. Ikatan emosional dan sejarah dengan NGO tempat bekerja tentu berbeda.

Setiap orang memiliki arena dan ruang gerak masing-masing. Setiap aktivis perempuan juga berhak memilih arena di mana dia merasa nyaman, aman, dan dihargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.