Pengalaman-Saya

Antara jodoh, menikah, dan cinta sejati

Begini deh kalau habis nonton film AS yang temanya romcom. Mau itu film Bridesmaid atau hari ini baru selesai Love Hard, masih ada kesamaan. Aku setuju kalau hubungan jangka panjang yang saling menghargai punya nilai lebih daripada hubungan jangka pendek. Tapi aku tidak setuju kalau seseorang menikah maka dia telah menemukan cinta sejatinya. Cinta sejati itu ada di mana-mana, di sekitar kita pada relasi yang sederhana atau kompleks. Cinta sejati menurutku tidak semata di pasangan yang menjadi suami atau istri. Dengan cara pandang ini, aku tidak melihat bahwa pernikahan itu harus selamanya atau bersifat permanen. Setiap orang sangat mungkin berubah, bisa berubah bersama atau tidak.

Oke, aku balik lagi ke awal. Tentang film Love Hard. Di film ini, tokoh perempuan sering mengalami kencan bermasalah. Sampai pada satu titik, melalui aplikasi kencan, dia merasa menemukan cinta sejatinya dalam diri tokoh laki-laki yang menggunakan foto orang lain. Tokoh perempuan dan laki-laki terlibat dalam permainan sandiwara untuk menutupi kebohongan demi kebohongan sampai akhirnya terungkap alasan dan identitas kedua orang ini. Mereka kemudian memulai lagi pertemuan dari awal dengan lebih jujur.

Ceritanya ringan, sederhana untuk orang kota, dan agak lambat. Aku bisa menikmati film ini. Aku menangkap “kegelisahan” sama yang dialami oleh tokoh perempuan yang merasa “dikejar waktu atau usia” karena belum menemukan “cinta sejati” atau pasangan hidup yang cocok untuk membangun relasi jangka panjang. Di kedua film ini, salah satu metafora relasi jangka panjang itu adalah pernikahan, lengkap dengan get down on one knee, cincin, pesta pertunangan, dll.

Kalau soal jodoh aku juga agak sulit memahami. Bagiku jodoh tidak terbatas pada pasangan, tapi bisa jadi orang tua dengan anak asuh, pekerjaan, ketemu laptop yang cocok buat kerja, ketemu teman-teman yang asih untuk nongkrong, dan lain-lain. Jodoh itu kayak takdir, seperti soulmate, ketika ketemu berasa klik.

Lalu apa makna dari tulisanku yang acak ini? Bahwa jodoh, pernikahan, dan cinta sejati bukan sesuatu yang pararel dan satu kesatuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.