Perjalanan-Saya

Kucing kecil yang tidak kembali

Terakhir aku melihat anak kucing betina tiga warna yang selama ini aku rawat pada hari Rabu, 24 November. Sejak hari Minggu lalu dia sudah menunjukkan kalau dirinya tidak sehat. Salah satunya tidak menghabiskan wet food yang aku berikan. Lalu Senin-Rabu, dia muntah-muntah. Hari Selasa, dia meringkuk di pojok kursi. Lalu aku tutupi badannya. Tidak lama, dia ke kamar mandi, menjilat air. Meskipun aku sediakan air minum tapi dia lebih suka minum di kamar mandi.

Aku mengamati selama dua hari dia muntah tiga kali. Aku kasihan tapi aku tidak ingin membawa dia ke dokter. Hari Rabu pagi, dia keluar dari rumah. Biasanya dia memang suka keluar beberapa jam. Tapi kemudian dia tidak kembali di siang, sore, atau malam hari. Biasanya kalau dia lapar, takut, dingin, dia akan mengeong di luar rumah. Tapi aku tidak mendengar suaranya lagi.

Anak kucing itu tidak kembali pada Kamis-Sabtu. Hari ini pun tidak terdengar suaranya. Usianya sekitar 10 bulan, belum satu tahun seingatku. Aku tanya ke kakak betinanya yang masih sering datang ke rumah. Karena dia kucing, dia tidak paham yang aku tanyakan dan tidak menjawab. Aku merasa anak kucing itu sudah mati. Kalau masih hidup, kemungkinan dia akan kembali.

Kemarin aku juga baru sadar kalau saudara anak kucing ini yaitu si oranye dan belang dua tidak pernah aku lihat lagi di sekitar rumah. Kedua saudaranya itu lebih banyak tinggal di rumah tetanggaku. Terakhir aku tidak pernah melihat mereka lagi. Apakah mereka juga mati? Sepertinya ada virus yang menyerang dan anak kucing ini tidak kuat.

Satu informasi lagi, induk anak-anak kucing yang ada dan pernah singgah di rumahku bunting lagi. Entah dia akan melahirkan di rumahku atau rumah orang lain. Biasanya dia akan melahirkan tiga anak kucing.

Aku sedih karena meskipun anak kucing calico itu menjengkelkan tapi dia kadang menemani di rumah. Sekarang yang menemaniku kakak betinanya. Dia masih sering tidur dan makan di rumah. Satu kucing ini saja. Belang, induknya, dan saudara betinanya yang sering berkelahi atau dikejar jantan jahat, jarang ke rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.