Pengalaman-Saya

Rambut ketiak: enaknya diapain?

Pagi ini aku mencukur rambut ketiakku meskipun masih pendek. Aku menggunakan pisau cukur. Aku jarang menggunakan epilator yang aku beli cukup mahal karena epilatorku memerlukan sambungan listrik dan kadang sakit juga.

Ketika mencukur itu, aku merasa sakit di ketiak kanan. Ketika menggunakan bedak BB (yes, aku masih pakai bedak BB yang terkenal itu), ada rasa perih. Ternyata di ketiak kiri juga terasa perih. Mencukur rambut ketiak bukan tradisi di keluargaku. Ibuku adalah pencabut rambut ketiak veteran dan salah satu kenanganku ketika kecil adalah mencabuti rambut ketiak ibuku. Peristiwa mencabut rambut ketiak itu sangat personal dan kami banyak ngobrol kemana-mana selama proses pencabutan. Belum lagi kalau aku tidak sengaja ikut mencubit kulit ketiak ibuku dengan pipet. Dia akan berteriak dan memarahiku. Tapi setelah itu kami berdua akan tertawa.

Ketika tubuhku mulai berubah, aku pun mengikuti jejak ibuku. Padahal rambut ketiakku tidak banyak dan halus, tapi karena aku melihat ibuku melakukannya, bahkan diajarkan menjadi pelaku, akhirnya aku ikut-ikutan mencabut rambut ketiak. Sakit! Ya iyalah. Tapi aku baru tahu rasa sakitnya ketika mencabut sendiri rambut ketiakku.

Lalu rambut ketiakku menjadi lebih subur. Lah, bagaimana ini? Aku heran. Dulu ‘kan gak ada internet ya, jadi gak bisa cari-cari informasi sendiri. Oya, ketika rambut ketiak mulai muncul, bau badan juga muncul dong. Aku diajari ibuku untuk menggunakan air tawas. Jadi tawas ditumbuk agak halus lalu direndam dalam air lalu airnya dibasuh ke ketiak. Sampai sekarang tawas yang paling manjur menjinakkan bau badanku. Semua produk deodoran yang murah atau mahal tidak ada yang mempan.

Ya sempat sih bertahun-tahun aku pakai deodoran yang jelly lalu lotion lalu yang cair. Macam-macamlah. Sampai akhirnya di usia akhir 30-an aku kembali ke tawas. Sudah paling murah, paling mantap, paling diandalkan.

Aku tidak lagi mencabuti rambut ketiak ibuku. Sejak dia memasuki usia 55 tahun, rambut ketiaknya tidak tumbuh banyak. Sekarang usianya memasuki 70 tahun. I love to watch her grow, with me. I love to be with her. We have some arguments, we have some disagreements. But she’s my woman and I learn to become one from her. Aku belajar membersihkan rambut ketiak dari dia karena bapakku tidak pernah mencabut atau mencukur rambut ketiaknya. I missed those moments.

Leave a Reply

Your email address will not be published.