Pengalaman-Saya

Cara mengatasi jerawat

Beberapa bulan belakangan aku sering mengikuti perkembangan skincare. Jadi aku mulai akrab dengan berbagai merek skincare dari Indonesia, Korea, Kanada, AS, dll. Di IG aku juga dibanjiri dengan konten tentang manfaat AHA, BHA, Ceramide, Niacinamide, Salicylic Acid, dll. Banyak lagi konten testimony dari orang-orang atau influencer yang membagikan tips bebas jerawat, menyamarkan flek hitam, kulit glowing, dll. Aku punya pengalaman yang berbeda dan entah kenapa tidak banyak disebutkan dalam berbagai testimony skincare.

Aku cenderung membeli skincare yang cocok dengan kondisi keuangan dan sesuai dengan kulit sensitif. Kulit wajahku di beberapa titik sering memerah, kering, gatal, mengelupas, dan perih. Kondisi ini mulai terjadi sejak aku pindah ke Bogor. Lebih parah ketika tinggal di Bogor Kota. Kemungkinan besar karena tidak cocok dengan kualitas air dan udara. Karena ketika aku tinggal di Malang dan Pandaan, kondisi kulitku bagus dan tidak gatal sama sekali.

Aku punya pengalaman tentang kondisi wajah. Pada tahun 2014 aku masih tinggal di Malang. Aku punya penyakit sinusitis akut sejak SMP dan sudah coba berbagai pengobatan medis dan alternatif tapi tidak ada yang benar-benar menyembuhkan. Aku hanya bisa mengurangi skala alergi kalau tinggal di tempat dengan udara bersih dan dekat dengan pantai. Aku memang pernah mendengar kalau garam, yang tentunya berlimpah di laut, ampuh untuk mengeluarkan lendir di hidung.

Di tahun 2014 itu, aku diajak temanku, almarhum Maria Mustika ke alternatif di Surabaya. Aku ikut aja. Di tempat itu aku diberikan rempah-rempah untuk direbus dan airnya diminum. Kemudian aku diberikan pantangan makanan seperti ikan pindang, sambal, MSG (penyedap rasa), mie instan, dan ada beberapa bahan makanan lain tapi 4 hal itu yang aku ingat sekali. Aku pun mencoba disiplin. Aku racik dan minum jamunya. Kemudian aku juga berhenti total makan 4 bahan di atas kecuali sambal. Aku masih makan tapi mengurangi tingkat kepedasan. Kalau dulu aku suka banget makanan super pedas, aku mulai kurangi.

Penyakit sinusitis berkurang tapi tidak terlalu memuaskan. Lalu aku lihat ada perubahan yang lebih terlihat dan tidak diduga sebelumnya yaitu kulit wajahku menjadi lebih halus dan jerawat berkurang. Di tahun itu aku tidak pernah menggunakan sunscreen atau sunblock, pelembab pun kadang. Biasanya aku pakai bedak tabur dan sabun wajah. Cuma itu skincare yang aku pakai. Aku jadi belajar bahwa tidak cukup merawat wajah dengan berbagai produk skincare, terutama yang mahal, tapi apa yang kita makan tidak dijaga. Bahan makanan yang kita konsumsi berpengaruh pada kondisi kulit. Jadi kalau aku bertemu dengan orang-orang dengan kondisi kulit sensitif, aku menyarankan untuk tidak mengkonsumsi beberapa bahan makanan tadi atau mengenali apa yang menjadi penyebabnya, misalnya air yang dipakai untuk mandi.

Kalau sekarang aku memang rajin menggunakan sunscreen dan pelembab. Tapi aku belajar kalau yang paling penting adalah menjaga makanan yang dikonsumsi dan punya akses ke air bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.