Pengalaman-Saya

Menjadi sehat: respect your body

Sehat bukan sesuatu yang terberi, melainkan perlu diusahakan. Kadang aku lupa dengan hal ini. Begitu Aku Sakit baru merasakan berharganya kondisi sehat. Selama tiga hari terakhir aku mengalami batuk yang terasa sangat parah di waktu malam hari batuk ini ini cukup berat karena napasku menjadi sesak kemudian menekan saluran kencing sehingga aku terkencing-kencing ketika kau berusaha mengeluarkan dahak atau rasa gatal di tenggorokan kemudian perut juga merasa gatal dan mual kepalaku juga pusing tapi tidak ada demam. Selama 2 hari aku mencoba minum obat bebas seperti siladex, stop cold, dan obat maag. Ternyata tidak mempan. Sampai kemarin malam kondisiku cukup parah karena selama sekitar 5 jam aku harus menahan rasa sakit dan sempat hampir muntah. Kemudian dadaku sesak, sulit sekali bernapas. Aku jadi belajar mungkin seperti itu rasanya orang yang menderita asma. Selama ini aku belum pernah di indikasi terkena asma.

Hari Minggu pagi aku ke IGD di Rumah Sakit Islam Bogor. Aku langsung ditangani oleh dokter jaga setelah diperiksa Aku diminta untuk tes darah dan juga disuntik Aku tidak tahu jenis suntikannya tapi entah itu untuk mengurangi rasa nyeri atau sesak nafas. Awalnya aku bingung kenapa perlu tes darah karena aku sebenarnya ke IGD untuk diberi obat sesuai dengan gejala yang aku alami. Mungkin dokter khawatir aku ada penyakit lain seperti malaria demam berdarah atau covid. Seperti pengalaman sebelumnya perawat biasanya mengalami kesulitan untuk menemukan urat nadiku begitu juga kali ini sampai 2 kali artinya pada percobaan kedua baru keluar darah dalam jumlah yang cukup. Aku menunggu sekitar 20 menit sampai hasilnya keluar kemudian dipanggil oleh dokter untuk melihat hasil lab dan ternyata semuanya normal cuma memang aku merasa sesak dan ada gejala asma. Kemudian aku diberi 6 macam obatnya harus diminum untuk bicara yang berbeda jadi ada obat untuk mengatasi mual obat untuk radang obat untuk nyeri batuk dan antibiotik. Aku ke IGD sebagai pasien Umum bukan BPJS. Perbedaannya cukup terasa karena untuk biaya pendaftaran dan dan dokter sebesar Rp100.000 Kemudian untuk obat jarum tes laboratorium UM sebanyak Rp291.500. Artinya kalau aku tidak pakai BPJS setiap aku periksa atau rawat jalan maka sebesar itulah jumlah yang harus aku bayar.

Setelah aku minum satu kali obat dari dokter, aku merasa lebih baik. Sesak napas masih ada tapi lebih ringan. Setelah satu hari minum obat, jauh lebih baik. Obat utama yang diberikan yaitu antibiotik 1x sehari Azithromycin, obat batuk 3x sehari Codein Phosphate Hemihydrate, dan sesak napas 3x setengah tablet Salbutamol. Setelah dua hari aku tidak lagi minum obat sesak napas. Hanya antibiotik yang harus habis dan obat batuk karena aku masih batuk.

Menjadi sehat itu perjuangan. Tidak mudah dan tidak sulit. Aku bersyukur dengan tubuh yang sudah diberikan. Aku berusaha menjaga dan merawat tubuh dengan baik. I love and respect the only body I have.

Leave a Reply

Your email address will not be published.