Pengalaman-Saya

O..o

Hari ini pertama kali aku sakit kepala setelah tidak menjadi koordinator nasional di organisasi lama dan masuk ke organisasi baru. Sakitnya cenut-cenut. I said to myself, “What happen?”

Seorang kawan pernah mengatakan bahwa aku mengalami gangguan psikosomatis, yaitu kondisi terjadinya penyakit fisik yang disebabkan atau diperparah oleh kondisi psikis/mental. Beberapa gangguan kecemasan itu meliputi stres dan kecemasan berlebih. Jadi pengidap psikosomatis biasanya merasa mengalami gangguan fungsi tubuh. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lain, tidak ada kelainan yang terjadi dalam tubuh. Biasanya setelah kondisi psikisku lebih baik, sakit kepala juga berkurang. Seperti malam ini, aku menulis sambil mendengarkan lagu di Spotify, sakit kepalaku berkurang. Tidak cenut-cenut kencang seperti tadi sore.

Oke, apa yang aku lakukan siang sampai sore tadi. Siang tadi aku ada rapat dengan rekan kerja. Sorenya aku rapat persiapan sebuah kegiatan di organisasiku sebelumnya. So, which one gave me headache? Both of them?

Aku baru satu bulan bekerja di organisasi baru. Tidak baru sih, di tahun 2008 aku pernah bekerja di organisasi ini selama hampir 2 tahun ketika baru berdiri di Indonesia. Selama bekerja di organisasi ini aku ingat pernah dua kali mengalami burnout. Dua kali ini yang paling aku ingat. Ketika berada di organisasi satunya, aku juga pernah mengalami burnout. Aku merasa itu bukan satu hal yang unik tapi aku juga tidak ingin menormalisasi burnout. It’s a systemic problem.

Aku jadi penasaran dengan psikosomatis ini. Lalu menemukan artikel di Halodoc yang menjelaskan begini.

Ketika seseorang merasa cemas atau takut maka fisik akan merespon hal tersebut dengan memunculkan tanda-tanda seperti jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Serangkaian gejala fisik tersebut muncul karena aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh meningkat dan terjadi pelepasan hormon adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah. Selain itu, beberapa bukti mengatakan bahwa otak mampu memengaruhi sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh sehingga pengidapnya lebih rentan terhadap penyakit fisik.

Artinya memang ada pemicu yang membuat aku merasa cemas lalu tubuhku meresponnya. Aku berusaha memulihkan diri dengan menuliskannya, membaca cerita, dan mendengarkan musik. I hope it’s working.

Leave a Reply

Your email address will not be published.