Pengalaman-Saya

Tanda itu datang lagi

Jumat minggu lalu, sakit kepala itu datang lagi. Hari terakhir workshop dan begitu banyak tekanan. Aku tidak tahu masalah apa yang membuatnya kambuh. Menurutku bukan perkara berat atau tidaknya suatu masalah tapi terkait kesanggupan aku menghadapinya. Mungkin alam bawah sadar ingin menyampaikan bahwa, “Aku gak sanggup nih. Aku perlu rehat sebentar.” Oke, mari kita rehat dulu ya.

Aku bawa istirahat dan tidur. Tengah malam bangun dan sakitnya berkurang. Tapi ketika akan pulang ke rumah, aku sakit kepala lagi. Aku sedang tidak mau bicara dengan pasangan. Aku merasa semakin berjarak dengan dia. Seks tidak menyelesaikan masalah, hanya mendinginkan situasi sejenak.

Hari Minggu sakit kepala berkurang dan beruntung Senin sudah tidak sakit. Tapi ada sakit lain, tenggorokan gatal dan mulai keluar dahak. Per minggu ini kasus COVID naik lagi secara tajam. Pemakaian masker di tempat umum dan tempat terbuka akan diberlakukan kembali. Seorang teman di lembaga juga positif dan dia masih isolasi mandiri.

Aku coba membuat jurnal lagi. Susah bikin jurnal. Mengenali diri dan peka terhadap sensasi itu susah. Aku ingat di hari pertama workshop yaitu perkenalan, aku ditanya, “Apa yang membuat kamu bahagia hari ini?” Dan aku perlu berpikir sekitar 5 menit untuk mendapatkan jawabannya. Aku bingung, apa ya? Parfum. Aku suka bau-bauan dan aku suka membeli parfum atau cologne murah. Aku suka menghidu sesuatu yang manis seperti buah, bunga, bumbu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.