Pengalaman-Saya

Self-care menggunakan jurnal

Ada banyak hal yang aku pelajari dari proses pemulihan diri tahun lalu. Salah satunya adalah mengidentifikasi emosi yang dirasakan. Tanyakan beberapa hal ini dan tuliskan di jurnal.

  • Apa yang kamu rasakan saat ini? Kecewa, bahagia, bingung, marah?
  • Apa yang terjadi hingga membuat kamu merasa seperti ini? Mungkin kamu merasa diabaikan, merasa tidak dihargai, dll?
  • Apa yang ingin kamu lakukan terhadap perasaan ini? Apa pelampiasan yang biasa kamu lakukan? Apakah kamu akan melempar barang, berteriak dan mengatakan kata-kata kasar ke orang-orang sekitar meskipun bukan mereka yang salah?
  • Apakah ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan ini? Apakah kamu pernah mengatur napas, menghitung sampai 10 detik sebelum membalas pesan, menyatakan rasa tidak nyaman secara asertif, atau minta bantuan ke teman?

Emosi yang aku rasakan adalah pesan dari diri sendiri, entah mungkin alam bawah sadar, kepada kesadaranku. Tidak ada “emosi baik” atau “emosi buruk” karena emosi bersifat netral tapi emosi memicu perasaan yang tidak menyenangkan atau menyenangkan. Hal ini yang membuat aku mengasosiasikan emosi tertentu sebagai baik dan emosi lain sebagai buruk. Ketika emosi diterima apa adanya, tanpa memberi label baik atau buruk, kemungkinan besar aku bisa mendapatkan informasi “mengapa emosi tersebut muncul?”. Dengan begitu, aku belajar mengekspresikan perasaan ke diri sendiri. “Aku kesal karena sepertinya pasangan tidak berempati pada kondisi yang aku hadapi.”

Di dua minggu pertama, aku melakukan mood tracker yaitu menuliskan emosi yang aku rasakan. Dengan cara ini, aku dan konselor dapat menemukan pola yang mengganggu. Cara ini juga membantu untuk mengetahui kondisi seperti apa yang memicu emosi tersebut. Mungkin kondisi pemicu tidak bisa dihindari sepenuhnya, tapi aku tahu dan belajar mengelola emosi.

Salah satu cara memulihkan diri dari perasaan yang negatif adalah menjauh atau memberi jarak secara fisik atau mental pada individu atau kondisi pemicu. Bisa dengan menonton film, jalan-jalan, dan semacamnya. Ini bukan solusi masalah tapi untuk menurunkan tekanan. Salah satu yang aku lakukan adalah berjalan kaki karena bisa mengalihkan pikiran dan membantu regulasi pernapasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.