Pengalaman-Saya

Cerita perubahan

Momen kemarin membuat aku terharu. Minggu lalu aku bertemu dengan teman-teman dari Ko**g*ma Institute. Kita melakukan rapat yang tertunda selama 5 tahun. Ada berbagai dinamika yang terjadi di individu dan berdampak ke organisasi. Aku mengusulkan ada ruang aman untuk berbagi perubahan yang dianggap penting.

Cerita teman-teman membuat aku terharu. Rasa haru itu muncul karena aku berteman cukup lama sehingga mengetahui alasan mengapa perubahan tersebut penting. Tidak hanya untuk teman-temanku tapi untuk diriku juga. Ibaratnya aku melihat proses “jatuh bangun” dan pergulatan batin yang harus dilalui.

Terharu karena awalnya aku ingin menyampaikan bahwa aku tidak bisa terlibat sebagai pengurus. Tapi ketika mendengar cerita teman-teman dan melihat kondisi organisasi seperti sekarang, aku dan teman-teman harus bekerja lebih keras untuk melakukan rekrutmen dan pengorganisasian. Kadang aku mempertanyakan diri sendiri, “Apakah organisasi ini bermakna bagi aku dan teman-teman? Apakah organisasi ini berhasil melakukan suatu perubahan?”

Aku bertanya hal-hal itu karena awalnya aku mengajak teman-teman berkumpul supaya aku punya lebih banyak teman di Malang, mengenal lebih jauh tentang Malang Raya, betah hidup di Malang, dan punya komunitas yang sama-sama peduli untuk berbuat tentang ketidakadilan gender di Malang. Jadi seperti komunitas hobi yang cair dan “tidak serius”. Ternyata perjalanan KI berkata lain dan aku mengikuti arus.

Di titik ini, aku bisa dan percaya diri mengatakan bahwa organisasi ini membawa perubahan ke diri kami sendiri dan orang-orang di sekitar. Perubahan seperti apa? Nah ini jadi pekerjaan tertunda karena seperti biasa, aku dan teman-teman lebih nyaman bercerita secara lisan. Kami perlu menuliskannya. Perjalanan yang dialami aku dan teman-teman untuk memahami privilege, tidak gegabah menghakimi orang awam, tidak terlalu menggubris pandangan dan penghakiman orang lain, belajar memulihkan luka batin, belajar menerima seksualitas diri, belajar bermimpi bersama, dan membangun kemandirian ekonomi bertali-temali.

Tentu perubahan kami bukan hanya karena KI tetapi kontribusi dari berbagai orang dan organisasi. Aku misalnya, sangat dipengaruhi oleh FAMM-I dan JASS. KI memberiku konteks dan relasi personal yang kritis dengan isu seksualitas. FAMM memberikan aku jaringan yang luas dan ruang aman. JASS memberikan banyak alat analisis dan kesempatan mengembangkan kapasitas. Salah satunya karena KI bukan organisasi L*G*B*T*Q tetapi dikelola oleh teman-teman dari berbagai seksualitas berusia muda. Hal itu yang membuka pikiran dan kepekaan.

Aku mengagumi EY, seorang aktivis muda yang sempat aktif di KI. Di saat sebagian besar organisasi dan aktivis L*G*B*T*Q masih berkutat dengan isu HIV AIDS, dia justru mengajak kami fokus pada isu hak penyandang disabilitas, terutama anak-anak dan remaja. Aku belajar dari temanku FK karena beberapa tahun lalu dia sudah fokus dengan isu kesehatan mental.

Ketika aku mendengar seorang teman bahwa dia tidak lagi peduli bagaimana orang lain memanggil pronoun atau nama ganti ketiga, aku terkejut. Aku membatin, “Apakah dia sudah tidak mencari validasi dari orang lain? Apakah dia sudah lelah atau sudah pulih dan lebih percaya diri?” Mungkin keduanya, lelah mencari validasi orang lain dan dalam relasi yang dia bangun, dia merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Di luar sana, orang awam akan memanggil kita sesuai penampilan atau menggunakan panggilan unisex.

Aku ingat dengan almarhum Maria Mustika yang memiliki payudara besar tetapi wajah dan cara berjalannya maskulin. Orang bingung memanggil dia dan kadang dipanggil Pak atau Mas. Beberapa tahun sebelum dia meninggal, dia sudah bisa becanda jika dipanggil Bapak, “Mas/Mbak, mosok dadaku sebesar ini masih gak kelihatan? Gimana sih?” Sambil mengedipkan matanya. Dia menjadi lebih santai dengan seksualitas dirinya, bangga menjadi seorang perempuan yang sering dikira laki-laki, dan melihat kepedulian terhadap orang lain sebagai kekuatan.

So yeah, trust the process and trust yourself.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *