Pengalaman-Saya

  • Pengalaman-Saya

    Land’s people

    I am not fond of the sea. Well, I often hate it, despise to be near it. I mean I can’t bear to think of its depth, unpredictable nature, unknown wilderness, and bad character. I feel nothing as a human, I feel powerless. The sea is a god in itself. The first encounter with the sea I think when I was 5 year-old. My parents took me to one or two of Seribu Islands near Jakarta. It was a big boat but I still can feel the wave in my head so I spent all day screaming my lung out. My mother was confused and she forgot to bring anti-nausea…

  • Pengalaman-Saya

    Menjadi sehat: respect your body

    Sehat bukan sesuatu yang terberi, melainkan perlu diusahakan. Kadang aku lupa dengan hal ini. Begitu Aku Sakit baru merasakan berharganya kondisi sehat. Selama tiga hari terakhir aku mengalami batuk yang terasa sangat parah di waktu malam hari batuk ini ini cukup berat karena napasku menjadi sesak kemudian menekan saluran kencing sehingga aku terkencing-kencing ketika kau berusaha mengeluarkan dahak atau rasa gatal di tenggorokan kemudian perut juga merasa gatal dan mual kepalaku juga pusing tapi tidak ada demam. Selama 2 hari aku mencoba minum obat bebas seperti siladex, stop cold, dan obat maag. Ternyata tidak mempan. Sampai kemarin malam kondisiku cukup parah karena selama sekitar 5 jam aku harus menahan rasa…

  • Pengalaman-Saya

    Cara mengatasi jerawat

    Beberapa bulan belakangan aku sering mengikuti perkembangan skincare. Jadi aku mulai akrab dengan berbagai merek skincare dari Indonesia, Korea, Kanada, AS, dll. Di IG aku juga dibanjiri dengan konten tentang manfaat AHA, BHA, Ceramide, Niacinamide, Salicylic Acid, dll. Banyak lagi konten testimony dari orang-orang atau influencer yang membagikan tips bebas jerawat, menyamarkan flek hitam, kulit glowing, dll. Aku punya pengalaman yang berbeda dan entah kenapa tidak banyak disebutkan dalam berbagai testimony skincare. Aku cenderung membeli skincare yang cocok dengan kondisi keuangan dan sesuai dengan kulit sensitif. Kulit wajahku di beberapa titik sering memerah, kering, gatal, mengelupas, dan perih. Kondisi ini mulai terjadi sejak aku pindah ke Bogor. Lebih parah ketika…

  • Pengalaman-Saya

    Eksistensi diri dan perlawanan

    Aku mendapat dua hal berkesan dari Live IG yang aku ikuti malam ini. Ada dua narasumber, satu seorang perempuan dengan pengalaman transgender dan satunya cis perempuan. Diskusi pertama tentang eksistensi diri. Adalah manusiawi jika seseorang ingin identitas diri dan keberadaannya diakui oleh orang lain dan diterima masyarakat. Salah satunya pengakuan terhadap perjuangan yang dilakukan seorang aktivis dalam gerakan perempuan. Dengan kata lain, tidak hanya orang itu-itu saja yang tampil dalam forum nasional dan internasional, demonstrasi, aksi, musrenbang, atau ruang publik lainnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, regenerasi pemimpin. Biasanya regenerasi sering dipahami sebagai mengganti pemimpin dengan yang baru, lalu pemimpin lama mundur dan mengambil peran lain. Aku tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Memaknai “rescue”

    Mungkin hampir 5 tahun aku mulai “rescue” kucing. Dimulai setelah kepergian Maria, temanku di tahun 2017. Kemudian 2018 aku membawa 3 bayi kucing yang aku temui di kampus IPB ke rumah. Setelah itu, beberapa anak kucing menyusul. Banyak yang akhirnya mati dengan berbagai sebab; kecelakaan, kurang perhatian, sakit, melahirkan, dll. Aku sempat tersentak ketika ada komentar dari seorang teman yang mengatakan bahwa aku hanya suka mengambil kucing di jalan. Awalnya aku “rescue” karena iba atau kasihan. Kemudian, ketika akhirnya mereka mati dengan berbagai alasan, aku jadi bertanya lagi, “Untuk apa aku merawat mereka kalau bukan menyelamatkan hidup mereka? Bukankah makna rescue adalah menyelamatkan?” Aku tidak pernah mengadopsi kucing jalanan karena…

  • Pengalaman-Saya

    Back to normal, but why?

    Selama lebih dari dua tahun aku merasa nyaman dengan gerbong KRL (kereta listrik) yang lebih manusiawi. Jalanan di Bogor yang lebih lancar. Antrian di peran yang masih bisa ditolerir. Kualitas udara yang lebih baik. There are so many things good comes from pandemic. Can we maintain the good ones? The streets in Bogor already crowded and jammed. I missed some of the abnormality. Aku senang karena sebagian siswa sekolah sudah masuk. Tentu menyenangkan bertemu dengan teman-teman. Ya itupun kalau kamu tidak pernah dibully karena selama pandemi tidak lagi bertemu para pembully di sekolah. Aku cuma tidak ingin berbagai hal nyaman yang aku rasakan selama pandemi hilang dengan “new normal” kalau…

  • Pengalaman-Saya

    Skipping

    Hobi baru aku adalah skipping atau lompat tali. Kalau lompat tali sebagai permainan, aku sudah melakukannya sejak sekitar 6 tahun. Walaupun aku bukan yang paling jago di antara teman-teman lain. Kualitas menengah. Lalu aku membeli tali untuk olahraga sekitar 4 bulan yang lalu. Cukup lama dan waktu itu aku belum bisa mengkoordinasikan kedua kakiku untuk lompat bareng. Entah kenapa. Satu minggu lalu aku bisa dan setiap hari aku skipping 200-250 kali. Sebentar sih tapi buatku permulaan yang baik. Konsisten saja dengan apa yang sudah dimulai dan terus meningkat. Aku senang dengan target jadi rencana setiap hari aku bisa sampai 600 kali/hari dalam waktu 6 bulan ke depan. Lebih enak sebenarnya…

  • Pengalaman-Saya

    Tiga anak bulu

    Senin, 6 Maret malam aku kembali ke Bogor dari Malang. Aku tidak disambut oleh kucing calico yang biasanya datang ke rumah. Aku terlalu lelah karena bus terlambat dari jadwal. Tengah malam aku merasa mendengar suara-suara aneh. Aku biarkan. Paginya, aku melihat kucing calico sudah ada di dalam rumah. Aku melihat perutnya sudah kempes. “Oh dia sudah melahirkan. Dimana bayinya?” batinnya. Aku pikir dia melahirkan di tempat lain. Lalu aku dengar suara-suara bayi kucing. Aku cari sumber suara. Duh, ternyata dia melahirkan di dalam kardus TV. Di dalamnya ada TV yang aku simpan. Memang di dalam situ hangat, tapi… ya sudahlah. Ada tiga bayi, dua bayi dengan dua warna: putih hitam…

  • Pengalaman-Saya

    Tidak berdaya selama dua generasi

    Namanya Isa. Usianya 23 tahun. Menikah di usia 21 tahun dan saat ini sudah memiliki anak laki-laki berusia hampir 2 tahun. Dia bekerja denganku lebih dari 3 tahun sebagai pekerja rumah tangga. Sebelumnya dia bekerja di rumah temanku. Berhubung paruh waktu, dia masih ada waktu untuk bekerja di rumahku. Setahun kemudian kontrak kerja dia di rumah temanku berhenti jadi dia hanya bekerja denganku. Seingatku dia menikah dengan laki-laki pilihannya. Satu hal yang mengagetkan ketika aku mengenal Isa ketika mengetahui dia “hanya” lulusan SD. Usianya jauh lebih muda dariku, jadi aku heran, kok bisa hanya pendidikan SD. Rupanya dia anak yatim. Ketika masih sangat kecil, ayahnya meninggal. Ibunya bekerja sebagai pekerja…

  • Pengalaman-Saya

    Why didn’t I write?

    I haven’t update this blog for a month. Why? I was not in the mood. Translation for this statements are:– I was too angry to write– I was too exhausted to write– I was confused about my feelings– I was overwhelmed by everything– I was busy digesting what happen– I was too sick– I didn’t know where to start– I was trying to be in the present and less care about writing it– I was busy with my works– I was trying to enjoy my life (which is weird that I need to make an effort for it)– I deliberately ignore my wellbeing– I don’t want to push myself too…