• Pengalaman-Saya

    Eksistensi diri dan perlawanan

    Aku mendapat dua hal berkesan dari Live IG yang aku ikuti malam ini. Ada dua narasumber, satu seorang perempuan dengan pengalaman transgender dan satunya cis perempuan. Diskusi pertama tentang eksistensi diri. Adalah manusiawi jika seseorang ingin identitas diri dan keberadaannya diakui oleh orang lain dan diterima masyarakat. Salah satunya pengakuan terhadap perjuangan yang dilakukan seorang aktivis dalam gerakan perempuan. Dengan kata lain, tidak hanya orang itu-itu saja yang tampil dalam forum nasional dan internasional, demonstrasi, aksi, musrenbang, atau ruang publik lainnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, regenerasi pemimpin. Biasanya regenerasi sering dipahami sebagai mengganti pemimpin dengan yang baru, lalu pemimpin lama mundur dan mengambil peran lain. Aku tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Cuti kelelahan

    Aku tidak pernah menyangka bahwa suatu hari aku akan mengambil cuti satu bulan. Dan cuti itu tidak aku gunakan untuk berlibur tapi untuk merawat diri. Di tulisan sebelumnya berjudul Istirahat Dulu dan Kelelahan Psikis atau Burnout, aku menceritakan alasan mengapa aku mengambil cuti dan kenapa satu bulan. Percayalah, kamu akan tahu ketika kamu mengalami kelelahan psikis dan memerlukan istirahat. Tubuhmu akan memberi tahu dengan berbagai cara. Mungkin orang-orang di sekelilingmu akan memberi respon yang tidak biasa atau kamu sendiri yang ingin menjauhi teman-teman. Kamu bisa jadi merasa asing dengan diri dan emosi yang dirasakan. Kamu akan tahu. Begitu juga aku. Kamu juga akan tahu jika kelelahan psikis yang dialami tidak…

  • Perjalanan-Saya

    Perempuan yang marah

    Aku pernah menulis tentang kemarahan perempuan di artikel “Mengalami Feminisme” (https://becomingfeminist.id/2020/06/06/feminisme-dan-filsafat/). Sedikit aku kutip. Aku perlu menyebutkan hal ini karena sempat ada pertanyaan, “Bisa gak sih perjuangan keadilan gender tidak dimulai dari kemarahan, bukan dari perempuan yang marah-marah (misuh-misuh)?” Marah itu akibat dari ketidakadilan dan penindasan yang sistematis. Marah itu alami dan hak setiap manusia. Pertanyaan ini berangkat dari stereotipe feminisme sebagai sosok perempuan marah, kecewa, frustasi yang menjadi sosok radikal sehingga kehilangan sisi femininnya. Karena perempuan yang marah dianggap tidak feminin, dia menjadi tidak menarik bagi laki-laki. Aku termasuk perempuan yang pernah mengalami dan memendam kemarahan selama bertahun-tahun. Alasannya? Menurutku alasan utama adalah pelecehan seksual yang aku alami semasa…

  • Perjalanan-Saya

    Anak Kucing

    Tulisan ini diambil dari blog lama di forevernikn.wordpress.com. Aku merasa perlu memuatnya di website baruku karena beberapa tahun sebelumnya tidak pernah terpikir aku akan senang dengan kucing. Aku sempat tidak habis pikir jika melihat kedua temanku, Joyo dan Maria, yang sangat suka dengan kucing. Things happen along the way. Tidak pernah aku bayangkan akan memelihara apalagi mengadopsi kucing kecil. Beberapa bulan sebelumnya memang aku senang memberi makan kucing dewasa perempuan yang sedang bunting di dekat rumah. Aku selalu menjaga jarak supaya tidak timbul ikatan emosi antara kami berdua. Kadang aku membolehkannya untuk masuk ke rumah, sebentar saja. Pada hari Senin, aku ke kampus untuk menghadiri ujian terbuka doktor seorang teman.…

  • Pengalaman-Saya

    Makan siang untuk suami

    Beberapa minggu lalu sempat viral postingan seorang perempuan yang menunjukkan masakan yang dia buat sebagai bekal makan siang suaminya di Twitter. Beberapa orang ada yang memberi apresiasi, sebagian lagi merasa konten tersebut sebagai bentuk relasi kekuasaan yang tidak setara antara suami-istri. “Keributan” yang dibuat oleh feminis merespon konten ini menurutku sangat perlu untuk membuat semua orang mempertanyakan segala hal yang dianggap remeh, wajar, dan normal. Pembicaraan tentang bekal makan siang untuk suami sama halnya dengan diskusi seputar karir versus keluarga atau ibu rumah tangga versus pembantu rumah tangga. Masalah yang kompleks karena di dalamnya ada relasi kekuasaan dan upaya menempatkan perempuan dalam dua kubu yang berlawanan. Aku tidak pernah membuatkan…

  • Pengetahuan-Saya

    Mengalami feminisme

    Sudah bukan hal yang aneh ketika ada orang yang bertanya, bahkan mendesak, untuk menjelaskan tentang ‘Apa itu feminisme?”. Di dalam pertanyaan itu tersirat harapan untuk diberikan definisi yang singkat dan padat dalam satu atau lebih kalimat yang membantu orang tersebut membangun argumen dan menentukan sikap mendukung atau tidak feminisme. Dengan penjelasan yang diberikan, si penanya juga secara tidak langsung ingin menilai diri kita, feminis, dengan gambaran tertentu, bisa baik bisa buruk. Masalahnya, feminisme bukan satu perkara yang sudah selesai. Ide-ide feminis tidak muncul di Barat atau dimulai oleh perempuan kulit putih. Namun, sebagai sebuah tulisan kritis dan sebuah gerakan yang terorganisir, istilah feminisme dimulai oleh perempuan kulit putih pada awal…

  • Sajak-Saya

    Safe space

    You don’t need to check up on me every 1,2, or 3 hoursIf we want to know how much we love, we have to learn to trustI don’t need you every time I get sickI need to take care myself before I can take care of you Give us safe space to be alone with our feelingSo I can appreciate every moment you are near I don’t need to check up on you every hourI believe you’ll catch me when I am fallingI let you free to be on your ownBecause you’re precious to many people I know you are strong enough to become a loverI will never complete you…

  • Pengalaman-Saya

    Little Missy

    Hari ini aku ingin menulis tentang Little Missy, telenovela pertama yang cerita utamanya masih menempel di ingatanku. Entah kenapa, aku masih ingat cerita ini. Ketika aku mulai kuliah dan internet baru masuk, aku mencari informasi tentang telenovela ini dan mendapat lebih banyak informasi. Satu momen yang mendorong aku mencari informasi di internet adalah ketika aku menemukan buku dengan cover wajah pemeran Little Missy di bazar buku murah di kampus. Aku baru tahu kalau telenovela itu diangkat dari buku berjudul Sinha Moca yang ditulis Maria Dezonne Pacheco Fernandes. Penulis perempuan. Wow! Belajar tentang perbudakan Pada waktu Little Missy tayang, seingatku hanya ada 1 stasiun televisi yaitu TVRI. Itu di akhir 80an.…

  • Pengetahuan-Saya

    Gerakan feminis yang sehat

    Ketika menjadi bagian dari gerakan feminis berarti aku juga harus bergerak, secara harfiah aku harus bergerak. Sejak lulus kuliah, berat badanku naik 2 Kg dan terasa sekali. Pakaian dalam menjadi lebih sesak. Aku berefleksi, apa yang berubah ketika kuliah dan setelah kuliah. Salah satunya ruang dan kesempatan bergerak. Pada saat kuliah, aku masih harus naik tangga 3 sampai 4 lantai selama 4 hari dalam seminggu. Kadang aku bisa bolak-balik naik tangga karena suatu urusan, entah makan siang, fotokopi, ke dekanat, ke perpustakaan, dan lain-lain. Berbagai tempat di kampus dicapai dengan berjalan kaki. Masih nyaman karena berjalan bersama teman sambil ngobrol jauh lebih ringan daripada sendirian. Trotoar bagi pejalan kaki dan…

  • Pengalaman-Saya

    Disturbing term: Birth control

    I can’t sleep again this morning. So I browsing my twitter around and found tweet about abortion. I am not going to write about abortion though, I am more interested in birth control something that the tweet do not mention but I am sure it related. I look at http://www.medicalnewstoday.com/articles/162762.php to find reference on the term. It said that Birth control involves one or more actions, devices, sexual practices or medications followed to intentionally prevent or reduce the likelihood of pregnancy or childbirth. The three main routes of birth control to prevent or end pregnancy include contraception (the prevention of fertilization of the ovum by sperm cells), contragestion (preventing the…