• Pengalaman-Saya

    Eksistensi diri dan perlawanan

    Aku mendapat dua hal berkesan dari Live IG yang aku ikuti malam ini. Ada dua narasumber, satu seorang perempuan dengan pengalaman transgender dan satunya cis perempuan. Diskusi pertama tentang eksistensi diri. Adalah manusiawi jika seseorang ingin identitas diri dan keberadaannya diakui oleh orang lain dan diterima masyarakat. Salah satunya pengakuan terhadap perjuangan yang dilakukan seorang aktivis dalam gerakan perempuan. Dengan kata lain, tidak hanya orang itu-itu saja yang tampil dalam forum nasional dan internasional, demonstrasi, aksi, musrenbang, atau ruang publik lainnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, regenerasi pemimpin. Biasanya regenerasi sering dipahami sebagai mengganti pemimpin dengan yang baru, lalu pemimpin lama mundur dan mengambil peran lain. Aku tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Lawan!

    Ada banyak cara untuk melawan tapi esensinya adalah pengorganisasian yang memiliki keberpihakan pada kelompok yang rentan dan dilemahkan. Melawan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan. Seringkali memang menjadi kerja yang melelahkan, menakutkan, dan mengecewakan. Jadi pada waktu pelatihan di Solo akhir September kemarin, aku diingatkan dengan pesan-pesan ini. Aku bertemu kawan lama, ngobrol lagi tentang hal ini dan menemukan keseruan yang sama. Entah kenapa, aku jadi ingat awal masuk gerakan dan mengikuti forum internasional kedua kalinya. Aku ingat sekali dalam sebuah diskusi kelompok tentang NGOization aku berujar bahwa tidak mesti berada dalam sebuah NGO untuk berada dalam gerakan. Lalu seorang aktivis perempuan senior, menimpali, “Jadi apakah NGO itu tidak…

  • Pengetahuan-Saya

    Mengalami feminisme

    Sudah bukan hal yang aneh ketika ada orang yang bertanya, bahkan mendesak, untuk menjelaskan tentang ‘Apa itu feminisme?”. Di dalam pertanyaan itu tersirat harapan untuk diberikan definisi yang singkat dan padat dalam satu atau lebih kalimat yang membantu orang tersebut membangun argumen dan menentukan sikap mendukung atau tidak feminisme. Dengan penjelasan yang diberikan, si penanya juga secara tidak langsung ingin menilai diri kita, feminis, dengan gambaran tertentu, bisa baik bisa buruk. Masalahnya, feminisme bukan satu perkara yang sudah selesai. Ide-ide feminis tidak muncul di Barat atau dimulai oleh perempuan kulit putih. Namun, sebagai sebuah tulisan kritis dan sebuah gerakan yang terorganisir, istilah feminisme dimulai oleh perempuan kulit putih pada awal…

  • Pengetahuan-Saya

    Gerakan feminis yang sehat

    Ketika menjadi bagian dari gerakan feminis berarti aku juga harus bergerak, secara harfiah aku harus bergerak. Sejak lulus kuliah, berat badanku naik 2 Kg dan terasa sekali. Pakaian dalam menjadi lebih sesak. Aku berefleksi, apa yang berubah ketika kuliah dan setelah kuliah. Salah satunya ruang dan kesempatan bergerak. Pada saat kuliah, aku masih harus naik tangga 3 sampai 4 lantai selama 4 hari dalam seminggu. Kadang aku bisa bolak-balik naik tangga karena suatu urusan, entah makan siang, fotokopi, ke dekanat, ke perpustakaan, dan lain-lain. Berbagai tempat di kampus dicapai dengan berjalan kaki. Masih nyaman karena berjalan bersama teman sambil ngobrol jauh lebih ringan daripada sendirian. Trotoar bagi pejalan kaki dan…