• Pengetahuan-Saya

    Be yourself

    So last night I sent him “missing you” message. Strangely this time I don’t expect him to return the message. I don’t know why. This morning at 3.30AM I woke up and questioned myself. Since when I expect him or anyone to return my love expression? When I was 11 year-old I confessed my love to a boy with a letter and he tore it apart and return it to me. I don’t remember feeling bitter. Because at that time, it was all about me expressing my feeling. His response had less meaning. It’s about me. So yes, I feel lighter by expressing my feeling. It doesn’t have to reciprocate…

  • Pengalaman-Saya

    Love myself

    Aku sayang aku. Aku peduli dengan diriku. Kalimat di atas pasti terdengar egois dan mementingkan diri sendiri. Seringkali terdengar sepele dan tidak jarang diremehkan secara tersirat atau tersurat oleh orang lain. Termasuk orang yang terdekat seperti keluarga atau teman. Aku juga pernah mengalami situasi bingung dengan konsep self-care atau love myself. Lalu aku refleksikan ke diriku sendiri dan perlahan memahaminya. Aku dulu berpikir bahwa love myself atau mencintai diri sendiri adalah tugas individu atau tanggung jawab individu. Jadi misalnya aku merasa tidak percaya diri karena tubuhku, nilaiku, dan lain-lain ya aku menyalahkan diriku sendiri. Kalau aku merasa tidak berharga karena aku mengecewakan orang tua, aku akan menyalahkan diri sendiri juga.…

  • Pengalaman-Saya

    Back to self-care

    Sehari setelah Idul Fitri atau tanggal 14 Mei sampai dengan hari ini, 16 Mei, aku kembali ke jalan yang benar. Aku mulai berjalan kaki minimal 3 km ditambah senam di rumah. Aku masih mengurangi nasi putih dan menghitung asupan kalori untuk menjaga berat badan dan stamina. Aku lebih bersemangat lagi. Aku menjaga tetap membaca buku dan fanfiction. Sejak Idul Fitri, aku malas sekali menulis jurnal. Kenapa aku malas menulis jurnal? Aku merasa tidak banyak hal yang bisa aku tulis karena aku tidak melakukan banyak kegiatan. Aku mencuci dan menjemur pakaian, mencuci piring, olahraga, memberi makan kucing, sarapan, mandi, membaca buku beberapa halaman, membaca fanfic berjam-jam, mengecek IG, membalas pesan, tidur…

  • Pengalaman-Saya

    Teman imajinasi dan inner child

    Kalau aku mengingatnya dengan benar, aku mulai menciptakan teman imajinasi pada usia 6 tahun. Saat itu aku baru sembuh dari sakit panas dan bapakku membelikan boneka berpakaian pink yang aku beri nama Lara. Teman imajinasiku tidak satu tapi ada tiga. Dalam satu waktu bisa ada dua, ada dua perempuan yaitu Lara dan Isabella, satu laki-laki aku lupa namanya. Teman imajinasiku terus bersamaku sampai usia sekitar 21 tahun, setelah selesai kuliah. Baru-baru ini aku mendengar istilah inner child. Kalau menurut berbagai artikel di internet, inner child ini merujuk pada inti kepribadian yang dibentuk selama masa pengasuhan oleh orang tua. Banyak orang terus bertumbuh tanpa menyadari ada luka batin yang dirasakan oleh…