• Pengetahuan-Saya

    Semakin dekat dengan surga, semakin jauh dari Pencipta

    Tujuan awalku mengikuti liqo adalah untuk mengenal Sang Pencipta. Aku belum dapat mencintai sesuatu yang belum aku kenal. Setelah 7 tahun mengikutinya dan berganti beberapa mentor, aku merasa semakin dekat dengan surga tetapi semakin jauh dari mengenal Pencipta. Surga yang ditawarkan pun merupakan surga imajinasi manusia. Surga menjadi khayalan yang manusiawi dan sarat kepentingan. Aku tidak puas. Aku merasa tidak tenang. Aku merasa menggantung. Sepertinya “rasa” Pencipta yang ada di dalam diri tidak terhubung dengan proyeksi Tuhan dan substansi yang diwakilinya dalam liqo. Lalu aku mencari di tempat lain. Pencipta toh ada di mana-mana. Di najis pun ada Tuhan. Aku merasa lebih dekat dengan surga karena itu yang dijadikan iming-iming…