• Pengalaman-Saya

    The end of year

    It’s the end of November. The same rush, same stress, same pressure. I don’t feel good. My feelings a bit too much. I don’t feel mentally healthy. I need to write my diary. Hi, it’s Niknik Kenken in the end of year of 2021. I almost made it through this year and able to perform my work. I am proud of myself. I feel that I am growing in the right direction. I feel comfortable with myself, many times. I feel stress out because the work and my personal lives gives me les and less time to live in the moment and taking care my inner turmoil. I want to…

  • Pengalaman-Saya

    Burnout kecil

    Terakhir aku cukup sehat secara mental adalah akhir Mei. Waktu itu aku masih meluangkan waktu untuk merawat diri seminggu sekali atau bahkan dua hari sekali dengan cara refleksi. Begitu masuk Juni sampai Juli, perawatan diri terlewatkan. Akhir Juni aku merasa kalau perawatan diri ditunda terus atau tidak tidak aku lakukan, aku akan burnout lagi. Pertengahan Juli aku sudah merasa emosiku tidak karuan. Selain karena pekerjaan, aku dan pasangan hampir tidak pernah berkomunikasi. Orang tuaku pun tahu kalau aku dan pasangan sedang ada masalah. Aku ingin memberikan waktu ke pasanganku. Mungkin dia juga sedang burnout dan perlu waktu sunyi seperti yang aku lakukan di bulan April lalu. Tapi dia tidak mengatakan…

  • Perjalanan-Saya

    Perempuan yang marah

    Aku pernah menulis tentang kemarahan perempuan di artikel “Mengalami Feminisme” (https://becomingfeminist.id/2020/06/06/feminisme-dan-filsafat/). Sedikit aku kutip. Aku perlu menyebutkan hal ini karena sempat ada pertanyaan, “Bisa gak sih perjuangan keadilan gender tidak dimulai dari kemarahan, bukan dari perempuan yang marah-marah (misuh-misuh)?” Marah itu akibat dari ketidakadilan dan penindasan yang sistematis. Marah itu alami dan hak setiap manusia. Pertanyaan ini berangkat dari stereotipe feminisme sebagai sosok perempuan marah, kecewa, frustasi yang menjadi sosok radikal sehingga kehilangan sisi femininnya. Karena perempuan yang marah dianggap tidak feminin, dia menjadi tidak menarik bagi laki-laki. Aku termasuk perempuan yang pernah mengalami dan memendam kemarahan selama bertahun-tahun. Alasannya? Menurutku alasan utama adalah pelecehan seksual yang aku alami semasa…

  • Pengetahuan-Saya

    Emosi: Senang

    Secara umum orang suka merasa bahagia, tenang, dan senang. Ekspresi yang ditunjukkan biasanya dengan tersenyum, tertawa, atau memanjakan diri sendiri. Biasanya rasa bahagia muncul ketika: Ada beberapa kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan rasa senang yaitu: Tidak semua orang yang tersenyum dan tertawa merasa senang karena dari pengalaman, banyak orang ingin menunjukkan rasa senang untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya. Atau dalam beberapa budaya, menunjukkan ekspresi senang dianggap menghargai orang lain. Ada banyak tulisan dan konten yang dibuat untuk mencapai rasa senang dan mengatasi rasa sedih. Hampir tidak ada orang yang ingin merasa sedih, tidak nyaman, tidak aman, terancam, tidak tenang. Sering kali perasaan senang tidak bisa dikontrol karena ada pihak lain…

  • Pengalaman-Saya

    Emosi: Sedih

    Kosakata emosi yang aku miliki sangat terbatas. Berhubung aku akan menjalani pemulihan selama 30 hari, aku mencoba menambah pengetahuan tentang emosi. Salah satunya, sedih. Setiap orang merasa sedih dari waktu ke waktu. Perasaan ini mungkin muncul ketika terjadi kehilangan atau penolakan. Namun, ada kalanya aku tidak tahu mengapa merasa sedih. Lalu bagaimana membicarakannya? Dari beberapa sumber, aku membaca bahwa perasaan sedih biasanya digambarkan dengan ekspresi di bawah ini. Berduka adalah bagian dari kesedihan. Ketika mencoba memulihkan diri dari kehilangan, perpisahan, perubahan, atau kegagalan mencapai tujuan, maka perlu dimulai dengan langkah mengakui perasaan tersebut agar membantu menerima kondisi dan mengatasinya. Semua orang berduka dengan caranya sendiri, sebagian mungkin perlu waktu lama…