• Pengetahuan-Saya

    Homofobia itu apaan?

    Kemarin aku baru menemukan channel Youtube dari laki-laki gay yang tinggal di Indonesia. Aku salut karena dia dan pasangannya berani dan percaya diri untuk membuat konten dan mempublikasikannya. Lalu aku membaca komentar dari netizen. Sudah bisa diduga kalau kebanyakan komentar berisi ujaran kebencian dalam berbagai bentuk, memberi label negatif, dan mendoakan “kesembuhan” Youtuber dan pasangannya. Ada satu komentar yang mengganggu. Secara garis besar, pesan itu berbunyi: aku bukan homofobik tapi melihat video seperti ini aku jijik. Aku langsung terpikir untuk membuat tulisan tentang apa itu homofobia. Aku punya ketakutan pada angsa yang menurutku tidak rasional. Awalnya ketika masih kecil, sekitar 8 tahun, aku pernah dikejar oleh 2-3 angsa dan pantatku…

  • Perjalanan-Saya

    Belajar memaknai perbedaan dan kekhususan

    Penyandang disabilitas terlahir seperti itu adanya. Mereka tidak bisa memilih terlahir dengan kondisi khusus. Perbedaan dan kekhususan membuat penyandang disabilitas mendapat perlakuan diskriminatif yang dapat dihindari. Kondisi tersebut dianggap berbeda dengan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex, Queer) karena orientasi seksual dianggap sebagai sebuah pilihan dan gaya hidup daripada sesuatu yang terberi. Saya meyakini bahwa orientasi seksual pada sebagian besar orang bukan pilihan melainkan terberi sejak lahir. Seringkali orientasi seksual yang berbeda disadari pada tahap lanjut karena pembicaraan tentang seksualitas ditabukan dalam masyarakat, sehingga individu tidak tahu memaknai pengalaman dan penghayatan seksualitasnya yang berbeda. Pendapat bahwa orientasi seksual adalah terberi atau takdir ikut dikritik karena ada yang beranggapan bahwa takdir…