• Pengalaman-Saya

    Cerita perubahan

    Momen kemarin membuat aku terharu. Minggu lalu aku bertemu dengan teman-teman dari Ko**g*ma Institute. Kita melakukan rapat yang tertunda selama 5 tahun. Ada berbagai dinamika yang terjadi di individu dan berdampak ke organisasi. Aku mengusulkan ada ruang aman untuk berbagi perubahan yang dianggap penting. Cerita teman-teman membuat aku terharu. Rasa haru itu muncul karena aku berteman cukup lama sehingga mengetahui alasan mengapa perubahan tersebut penting. Tidak hanya untuk teman-temanku tapi untuk diriku juga. Ibaratnya aku melihat proses “jatuh bangun” dan pergulatan batin yang harus dilalui. Terharu karena awalnya aku ingin menyampaikan bahwa aku tidak bisa terlibat sebagai pengurus. Tapi ketika mendengar cerita teman-teman dan melihat kondisi organisasi seperti sekarang, aku…

  • Pengetahuan-Saya

    Bunuh diri

    Aku merasa tidak nyaman membicarakan tentang dorongan bunuh diri karena stigmanya sangat kuat. Beberapa tahun lalu seorang teman perempuan mengeluhkan bahwa dia merasa tidak mendapat dukungan yang diperlukan dari teman-teman di lembaga terkait dorongan bunuh diri yang dialami. Aku berefleksi dan sepertinya aku sendiri tidak memahami tentang bunuh diri dan cara menyikapinya. Ketika SMP aku pernah merasa ingin melakukan bunuh diri. Aku membayangkan diri sendiri melakukan bunuh diri dengan mengkonsumsi obat atau semacamnya. Perlahan bayangan atau dorongan itu berkurang. Sepertinya aku merasakan dorongan itu karena merasa sendirian, tidak ada yang dapat memahami pikiran dan situasiku, dan tidak punya ruang aman untuk bercerita dan mengurai berbagai tekanan yang aku alami. Aku…

  • Pengalaman-Saya

    Organization is not a family

    A reminder from Daniel Abrahams @daniel-abrahams Stop calling your company “a family”. Parents don’t fire their children for poor performance, or lay them off to cut household costs when they’re struggling to put food on the table. Focus on being a team, built on trust and respect, where every person feels valued. Ultimately, your company isn’t defined by your words, but by your actions. You may feel comfortable and safe in your organization or company where you work, which is fabolous. Congrats! But it’s a workplace and it has certain responsibility, deadlines, evaluation of performance, working hours, etc. Set the boundaries! You may be the co-founder of the organization and…

  • Pengalaman-Saya

    Food for thought

    From @AdamMGrant. In toxic culture, time off is a reward earned by working to exhaustion. Burnout is proof of commitment, and vacations are required to recover. In healthy culture, time off is a right granted to everyone. Well-being is a top priority, and vacations are encouraged to rejuvenate. From Yung Pueblo. A leap forward sometimes requires a cocooning period where you decrease the amount of interactions you have with other people and are less focused with your daily work. Moving slowly and turning your attention inward prepares you emotionally and energitically for the next level. Don’t compare your behind the scenes to everyone else’s highlight reel. It’s easier to admire…

  • Pengalaman-Saya

    Self-care menggunakan jurnal

    Ada banyak hal yang aku pelajari dari proses pemulihan diri tahun lalu. Salah satunya adalah mengidentifikasi emosi yang dirasakan. Tanyakan beberapa hal ini dan tuliskan di jurnal. Apa yang kamu rasakan saat ini? Kecewa, bahagia, bingung, marah? Apa yang terjadi hingga membuat kamu merasa seperti ini? Mungkin kamu merasa diabaikan, merasa tidak dihargai, dll? Apa yang ingin kamu lakukan terhadap perasaan ini? Apa pelampiasan yang biasa kamu lakukan? Apakah kamu akan melempar barang, berteriak dan mengatakan kata-kata kasar ke orang-orang sekitar meskipun bukan mereka yang salah? Apakah ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan ini? Apakah kamu pernah mengatur napas, menghitung sampai 10 detik sebelum membalas pesan, menyatakan rasa…

  • Pengalaman-Saya

    Quiet time

    I need to have quiet moment to write. It also one of the reason I am often using headphone or earphone. It is to block any sound, not just music or noises. Being quiet not only from the sound outside but also inside. Often it is your inside voice or sound that rampage in your mind that you can’t write. It’s too crowded. I am introvert both inside and outside. Once I get the flow, I can turn on voices or music. I usually write slowly. It takes time to put your heart into sentences. It takes time to decide the words to describe your emotions. It takes a courage…

  • Pengalaman-Saya

    Cara mengatasi jerawat

    Beberapa bulan belakangan aku sering mengikuti perkembangan skincare. Jadi aku mulai akrab dengan berbagai merek skincare dari Indonesia, Korea, Kanada, AS, dll. Di IG aku juga dibanjiri dengan konten tentang manfaat AHA, BHA, Ceramide, Niacinamide, Salicylic Acid, dll. Banyak lagi konten testimony dari orang-orang atau influencer yang membagikan tips bebas jerawat, menyamarkan flek hitam, kulit glowing, dll. Aku punya pengalaman yang berbeda dan entah kenapa tidak banyak disebutkan dalam berbagai testimony skincare. Aku cenderung membeli skincare yang cocok dengan kondisi keuangan dan sesuai dengan kulit sensitif. Kulit wajahku di beberapa titik sering memerah, kering, gatal, mengelupas, dan perih. Kondisi ini mulai terjadi sejak aku pindah ke Bogor. Lebih parah ketika…

  • Pengalaman-Saya

    Memaknai “rescue”

    Mungkin hampir 5 tahun aku mulai “rescue” kucing. Dimulai setelah kepergian Maria, temanku di tahun 2017. Kemudian 2018 aku membawa 3 bayi kucing yang aku temui di kampus IPB ke rumah. Setelah itu, beberapa anak kucing menyusul. Banyak yang akhirnya mati dengan berbagai sebab; kecelakaan, kurang perhatian, sakit, melahirkan, dll. Aku sempat tersentak ketika ada komentar dari seorang teman yang mengatakan bahwa aku hanya suka mengambil kucing di jalan. Awalnya aku “rescue” karena iba atau kasihan. Kemudian, ketika akhirnya mereka mati dengan berbagai alasan, aku jadi bertanya lagi, “Untuk apa aku merawat mereka kalau bukan menyelamatkan hidup mereka? Bukankah makna rescue adalah menyelamatkan?” Aku tidak pernah mengadopsi kucing jalanan karena…

  • Pengalaman-Saya

    Skipping

    Hobi baru aku adalah skipping atau lompat tali. Kalau lompat tali sebagai permainan, aku sudah melakukannya sejak sekitar 6 tahun. Walaupun aku bukan yang paling jago di antara teman-teman lain. Kualitas menengah. Lalu aku membeli tali untuk olahraga sekitar 4 bulan yang lalu. Cukup lama dan waktu itu aku belum bisa mengkoordinasikan kedua kakiku untuk lompat bareng. Entah kenapa. Satu minggu lalu aku bisa dan setiap hari aku skipping 200-250 kali. Sebentar sih tapi buatku permulaan yang baik. Konsisten saja dengan apa yang sudah dimulai dan terus meningkat. Aku senang dengan target jadi rencana setiap hari aku bisa sampai 600 kali/hari dalam waktu 6 bulan ke depan. Lebih enak sebenarnya…

  • Pengalaman-Saya

    Tiga anak bulu

    Senin, 6 Maret malam aku kembali ke Bogor dari Malang. Aku tidak disambut oleh kucing calico yang biasanya datang ke rumah. Aku terlalu lelah karena bus terlambat dari jadwal. Tengah malam aku merasa mendengar suara-suara aneh. Aku biarkan. Paginya, aku melihat kucing calico sudah ada di dalam rumah. Aku melihat perutnya sudah kempes. “Oh dia sudah melahirkan. Dimana bayinya?” batinnya. Aku pikir dia melahirkan di tempat lain. Lalu aku dengar suara-suara bayi kucing. Aku cari sumber suara. Duh, ternyata dia melahirkan di dalam kardus TV. Di dalamnya ada TV yang aku simpan. Memang di dalam situ hangat, tapi… ya sudahlah. Ada tiga bayi, dua bayi dengan dua warna: putih hitam…