• Perjalanan-Saya

    Serigala betina

    Minggu ini aku sedang membaca buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan karya Ester Lianawati. Buku ini direkomendasikan konselorku. Aku kenal dengan penulisnya karena sama-sama lulusan Kajian Gender UI. Percaya atau tidak, ketika aku kelas 6 sampai awal SMP aku dijuluki macan dan serigala betina oleh beberapa teman karena aku sering mencakar lengan beberapa teman laki-laki di sekolah. Di luar sekolah, aku juga dikenal “galak” dengan anak laki-laki. Aku belum tahu apa yang dimaksud dengan serigala betina dalam buku Mbak Ester karena belum selesai membaca. Namun, kalau secara harfiah aku tahu bahwa ada “serigala betina” yang marah dalam diriku. Serigala betina ini berproses, berkembang, dan berubah. Serigala betina yang…

  • Pengalaman-Saya

    Hubungan yang sehat dimulai dari mental yang sehat

    “Pacaran yang sehat adalah tidak pacaran.” Aku pernah membaca kalimat itu, entah di artikel atau kiriman di media sosial. Kemungkinan pesan tersebut bagian dari gerakan Indonesia tanpa pacaran. Meskipun aku hanya pernah dengar gerakan Indonesia Tanpa Feminisme. Pacaran atau tidak, hubungan intim yang sehat sangat penting. Terutama ketika kamu pernah mengalami kekerasan seksual. Hubungan intim yang aku maksud bisa merujuk ke pacaran atau teman tapi mesra atau friends with benefit, dan sejenisnya. Salah langkah bisa fatal. Aku bisa berkata seperti itu karena aku dengan sadar tidak menjalin hubungan intim atau punya kedekatan khusus dengan seseorang sampai aku merasa cukup pulih dari trauma kekerasan seksual. Waktu itu usiaku 27 tahun. Pada…