• Pengalaman-Saya

    Hubungan yang sehat dimulai dari mental yang sehat

    “Pacaran yang sehat adalah tidak pacaran.” Aku pernah membaca kalimat itu, entah di artikel atau kiriman di media sosial. Kemungkinan pesan tersebut bagian dari gerakan Indonesia tanpa pacaran. Meskipun aku hanya pernah dengar gerakan Indonesia Tanpa Feminisme. Pacaran atau tidak, hubungan intim yang sehat sangat penting. Terutama ketika kamu pernah mengalami kekerasan seksual. Hubungan intim yang aku maksud bisa merujuk ke pacaran atau teman tapi mesra atau friends with benefit, dan sejenisnya. Salah langkah bisa fatal. Aku bisa berkata seperti itu karena aku dengan sadar tidak menjalin hubungan intim atau punya kedekatan khusus dengan seseorang sampai aku merasa cukup pulih dari trauma kekerasan seksual. Waktu itu usiaku 27 tahun. Pada…

  • Pengalaman-Saya

    Suami: Majikan dalam Rumah Tangga

    Teman perempuan: bagaimana laptop mbak kemarin?Aku: sudah bagus setelah diperbaiki.TP: lalu dijual mbak?Aku: dipakai suamiku. Dia mau beli 1,5 juta.TP: hah, masak sama suami sendiri dijual? Enak banget. Misalnya kita dibelikan laptop sama suami lalu ternyata suami suka dan mau pakai laptop itu, kita bisa minta dia bayar harga laptop itu, bisa untung dua kali kita. —— Percakapan pendek di atas mendorong saya untuk menulis tentang relasi suami-istri. Ayo dimulai dari makna kata. Suami sering dianggap sebagai kepala rumah tangga. Posisi penting ini berhubungan dengan makna kata yang berasal dari Bahasa Hindi yaitu majikan, pemilik, pangeran. Dalam Bahasa Sanskrit, swami berarti pertapa atau guru spiritual (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Swami). Dalam Bahasa Khmer, Bengali,…

  • Pengetahuan-Saya

    Fungsi seorang pacar

    Apa manfaat berpacaran? Apa fungsinya seorang pacar? Selama bersekolah sampai dengan awal saya bekerja, saya tidak memikirkan berpacaran. Saya masih sibuk mengurusi identitas diri yang belum selesai. Saya belum punya kebutuhan berelasi atau berpacaran atau bahkan menikah. Ketika urusan diri menjadi lebih tertata, saya merasa siap menjalin relasi dan melakukannya. Sebelumnya, saya bertanya dua hal di atas. Saya tidak suka berpacaran karena tidak suka romantisme. Semesta kemudian mengirim seorang laki-laki yang punya kecenderungan yang sama. Saya bukan perempuan yang suka ditanya dan dipantau. Saya juga bukan tipe perempuan yang jika mengirim pesan, lalu berharap bahkan mengultimatum pacar atau suami untuk menjawab sesegera mungkin. Saya senang jika dijemput pacar, tapi harus…