• Pengetahuan-Saya

    Istirahat

    Kebanyakan orang ingin istirahat tapi tidak tahu bagaimana caranya. Ketika tahu cara istirahat, belum tentu dapat mempraktikannya. Tiba-tiba ada yang mengganggu. Aku sering mendengar bahwa setiap orang memerlukan waktu untuk memulihkan diri. Proses pemulihan diri kadang berupa mengisi kembali energi, semangat, dan merasa hadir (present in the moment). Dalam proses pemulihan diri yang aku lakukan selama April dengan bantuan konselor, aku belajar bahwa pemulihan diri tidak perlu menunggu sampai ada suatu kejadian yang traumatis atau ketika merasa depresi. Proses pemulihan diri sebaiknya dilakukan setiap hari, tidak perlu dirapel di hari Sabtu atau Minggu. Bisa dilakukan di awal atau di akhir hari. Aku pernah mendengar ada seseorang yang mengatakan untuk tidak…

  • Pengalaman-Saya

    Percayalah kamu tidak sendiri

    Minggu ini lembagaku mengadakan sebuah pelatihan di luar Jawa. Dengan berbagai pertimbangan penting, aku tidak bisa mengikuti kegiatan ini. Aku sudah menyiapkan satu orang untuk menjadi fasilitator, menggantikan posisiku. Dia setuju dan aku lega. Sehari sebelum keberangkatan, fasilitator ini reaktif dan tidak bisa berangkat. Alhasil aku buru-buru mencari alternatif. Pada saat itu aku berada di dalam bus, dalam perjalanan ke Bogor. Aku sempat khawatir dan merasa ini tanggung jawabku. Aku berpikir untuk tes antigen jam 4 subuh agar jam 6 pagi bisa beli tiket untuk mengikuti kegiatan. Namun, aku bertanya lagi ke diriku sendiri. Bukankah teman-teman yang menjadi peserta sebagian besar adalah fasilitator dan konselor? Mengapa kamu tidak bisa mempercayakan…

  • Pengalaman-Saya

    Apa yang kamu suka?

    Selama hampir 5 hari kemarin, aku bekerja di luar kota. Ketika kembali, aku merasa penasaran dengan relationship goal dari pasangan. Setelah berhubungan seks, aku pun bertanya, “Selama aku pergi kemarin, kamu lebih suka aku dekat atau jauh? Kamu merasa kehilangan gak?” Jawaban pasanganku bikin aku heran. Oke, dia orang yang sangat jujur dan aku menanggapinya juga dengan jujur. Dia mengatakan, “Ya aku merasa kehilangan.” “Kehilangan kenapa?”“Karena gak ada orang untuk dimintai tolong ini itu.”“Hah?” Buat telingaku, jawabannya seperti, “Aku perlu orang untuk disuruh cuci piring, pesan makan, cuci baju, belanja keperluan rumah?”Oh oke. Aku merasa tidak semangat dan jiwaku melayang entah ke mana. Sehari kemudian, pasanganku mengirim informasi melalui messenger…

  • Pengalaman-Saya

    Ruang aman yang berkembang

    Dear Maria, Ini kali pertama FAMM Indonesia mengadakan acara besar setelah kepergianmu. Kehadiranmu sangat ditunggu dan secara khusus kami memanggilmu untuk datang. Kami tahu betapa kamu akan semangat menyampaikan pendapat. Aku terus berpikir, Maria pasti “gatal” untuk berkomentar. Dengan caramu, mungkin pendapat itu sudah tersampaikan. Acara workshop ini dimulai dengan beberapa peserta yang mengundurkan diri dengan berat hati. Entah alasan pekerjaan, keluarga, dan acara dadakan. Serulah, Mar mencari peserta. Kebayang ramenya kalau kamu di sini dan mengusulkan si A atau C. Itupun belum tentu mereka bisa hadir. Di dalam sesi, aku kadang bosan juga, Mar. Analisa kuasa lagi, identifikasi lagi. Tapi demi ya….demi apa? Demi kawan-kawan yang masih baru karena…