• Pengalaman-Saya,  Pengetahuan-Saya

    LGBTIQ anak-anak dan difabel

    Bulan Januari 2020, lembagaku mengorganisir lokalatih bagi aktivis perempuan muda di Balikpapan. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan. Salah satu yang berkesan dari kegiatan itu adalah ketika aku melakukan wawancara ke beberapa peserta. Salah satunya peserta yang bercerita bahwa, “Saya tau gender itu hanya perbedaan kelamin, ternyata di gender itu ada yang namanya LGBT. Tadinya saya tau LGBT itu hanya orang-orang dewasa ternyata yang remaja juga ada.” Aku juga punya pengalaman yang sama. Dulu aku berpikir LGBTIQ (Lesbian Gay Biseksual Transgender Interseks Queer) adalah pilihan yang dilakukan seseorang ketika dia beranjak dewasa. Kemudian aku belajar melalui cerita dan testimony dari banyak LGBT. Pada waktu itu sepertinya belum banyak…

  • Pengalaman-Saya

    Jilbab dan tali kekang hasrat seksual

    Ada beberapa hal yang aku peroleh dari diskusi kemarin malam. Salah satunya adalah harapan bahwa jilbab yang dipakai perempuan menjadi tali kekang hasrat seksual mereka. Namun ketika hal itu tidak terjadi, banyak yang merasa heran. Sama halnya dengan harapan bahwa jubah pastor dianggap dapat mengendalikan hasrat seksual. Simbol-simbol ketaatan pada suatu agama dianggap merefleksikan ketaatan seseorang terhadap nilai seksualitas yang baik dan buruk. Beberapa agama menganggap hubungan seksual sebagai satu hal yang sakral dan menjijikkan pada saat yang sama. Lebih banyak orang yang menganggap hasrat seksual yang lebih besar dalam diri seorang perempuan. Salah satu yang sering aku dengar adalah analogi bahwa perempuan memiliki 99 hasrat seksual dan 1 nalar.…

  • Perjalanan-Saya

    Belajar memaknai perbedaan dan kekhususan

    Penyandang disabilitas terlahir seperti itu adanya. Mereka tidak bisa memilih terlahir dengan kondisi khusus. Perbedaan dan kekhususan membuat penyandang disabilitas mendapat perlakuan diskriminatif yang dapat dihindari. Kondisi tersebut dianggap berbeda dengan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex, Queer) karena orientasi seksual dianggap sebagai sebuah pilihan dan gaya hidup daripada sesuatu yang terberi. Saya meyakini bahwa orientasi seksual pada sebagian besar orang bukan pilihan melainkan terberi sejak lahir. Seringkali orientasi seksual yang berbeda disadari pada tahap lanjut karena pembicaraan tentang seksualitas ditabukan dalam masyarakat, sehingga individu tidak tahu memaknai pengalaman dan penghayatan seksualitasnya yang berbeda. Pendapat bahwa orientasi seksual adalah terberi atau takdir ikut dikritik karena ada yang beranggapan bahwa takdir…